Bukan rahasia bahwa Google adalah salah satu perusahaan dengan proses rekrutmen tersulit di dunia. Bahkan menurut daftar yang disusun oleh Business Insider berdasarkan data eksklusif dari PayScale tahun 2016 lalu, Google meraih reputasi sebagai perusahaan terbaik untuk bekerja di Amerika. Salah satu alasan mengapa begitu banyak orang ingin bekerja untuk Google adalah karena budaya perusahaannya yang unik dan hanya ada di sana.

Sebastian Trzcinski-Clément mempresentasikan “tips” darinya dalam acara Secrets From Google | Dok: ruang & tempo

Dengan reputasinya, tidak mengherankan kalau orang-orang di seluruh dunia bersaing untuk menjadi seorang “Googler”! Sebelum Anda turut melamar ke Google, tak ada salahnya untuk mempelajari apa sebenarnya nilai-nilai inti perusahaan yang dipegang teguh oleh Google sejak awal terbentuk. Kamis (05/07) lalu, ruang & tempo dan Digitaraya Powered by: Google Developers Launchpad mempersembahkan “Secrets from Google”, sebuah sesi sharing dari Sebastian Trzcinski-Clément, Senior Program Manager Google, yang kini berbasis di Zurich, Ia telah bekerja di Google selama 11 tahun dan saat ini mengelola developer relations untuk ekosistem startup Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Melalui sesi sharing yang dilakukan di ruang & tempo, Gedung TEMPO lantai 8, Sebastian yang berpenampilan sangat santai ini berbagi rahasia mengenai bagaimana cara kerja Google, nilai-nilai inti yang mengalir di dalam diri setiap Googlers, serta pelajaran-pelajaran berharga yang bisa didapat di sana.

Berikut sepuluh nilai-nilai inti dari Google, yang menurut Sebastian masih berlaku hingga saat ini:

Focus on the user and all else will follow.

Menurut Sebastian, Google sangat fokus dalam pengalaman pengguna mereka. Mereka selalu melakukan research untuk mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan penggunanya dan selalu update produk apps yang dikeluarkan. Hal ini dilakukan Google karena ketika kita berfokus pada pemenuhan kebutuhan para penggunanya, maka hal-hal lainnya akan mengikuti.

It’s best to do one thing really, really well.

BACA JUGA:  How Yansen Kamto plans to help Indonesia build 1,000 startups by 2020

Kekuatan Google adalah mesin pencarian (atau yang lebih dikenal dengan search engine) mereka.  Google tahu kelebihan mereka di mata pengguna adalah kemampuan mereka mencari dan memberikan informasi, oleh karena itu Google fokus terhadap hal ini secara fundamental.  Jadi, menurut Sebastian, “Sedikit saran dari saya: kembangkan terus hal inti yang paling Anda kuasai atau sesuatu yang menjadi passion Anda, sambil memperluas wawasan dan Anda bisa mengkombinasikan keduanya.”

Fast is better than slow.

Ini telah dipraktekkan oleh Google dalam mesin pencarian mereka. “Orang tidak akan mau menunggu selama lima menit untuk hasil pencarian,” kata Sebastian. Itu sebabnya, pengguna bisa mendapatkan hasil pencarian mereka hanya dalam hitungan milidetik seperti kecepatan cahaya melalui Google. Hal ini dikarenakan Google ingin memastikan penggunanya memiliki pengalaman yang baik saat menggunakan app-nya. 

Democracy on the web works.

You don’t need to be at your desk to need an answer.

Menurut Google, Anda harus tetap bisa produktif meski tidak berada di meja kerja. Anda dapat menggunakan perangkat elektronik lainnya, selain PC, dan memaksimalkan hal-hal tersebut untuk mendapatkan informasi dan solusi. Saat ini kita bisa bekerja secara mobile di mana saja. Lihat saja, sekarang banyak orang yang tidak lagi bekerja dan terpaku hanya di kantor saja.

You can make money without doing evil.

Google adalah sebuah bisnis. Pendapatan yang dihasilkan berasal dari penawaran teknologi pencarian ke perusahaan dan dari penjualan iklan yang ditampilkan di website mereka dan di berbagai website lainnya. Jika ingin menghasilkan uang, maka jadilah perusahaan yang kredibel. Misalnya, memberikan pemberitahuan bahwa sebuah iklan disponsori oleh Google. Google melakukan ini karena menganggap kredibilitas sangat penting. Seperti halnya TEMPO yang memiliki kredibilitas dalam menaikkan berita karena merupakan media terpercaya, Google pun demikian di mata penggunanya.

There’s always more information out there.

BACA JUGA:  Cerita Vidi Aldiano Merinding Lihat Banyak Ide Kreatif

Peneliti di Google terus mencari cara yang paling relevan untuk membawa seluruh informasi yang ada di dunia kepada orang-orang yang mencari informasi. Google berusaha memungkinkan orang-orang untuk mencarinya dengan memasukkan kata kunci.

The need for information crosses all borders.

Be open minded and embrace the information. Orang-orang dari berbagai belahan dunia kini dapat menerima informasi dari negara lain, meski bahasa yang digunakan berbeda. Dengan melihat banyaknya kebudayaan dan kebiasaan yang berbeda dari negara lain, bahkan jika memungkinkan tinggal dan mempelajari kebudayaan setempat, dapat membantu memperkaya pikiran kita karena sudah mempelajari banyak hal yang ada di lintas benua dan budaya.

You can be serious without a suit.

Jaman sekarang Anda tidak harus selalu memakai setelan jas dan kemeja dalam bisnis. Dengan memakai celana pendek pun bisa tetap melakukan bisnis yang ada dengan baik, seperti hanya dengan remote working dan juga bisa bekerja secara mobile. Ini karena Google berfokus pada hasil dan apa yang karyawannya capai. Yang penting bekerja dan saling berkolaborasi.

Great just isn’t good enough.

Google memiliki banyak kompetitor. “Hal ini kami sadari, itu sebabnya Google terus berinovasi,” ungkap Sebastian.

Inovasi jadi kunci Google dalam bekerja. Menurut Sebastian, Google memiliki panduan (guidance) dan juga pengukuran-pengukuran (measures) dalam sistem kerja mereka. “Kami sangat berpegang teguh pada Objectives Key Results (OKR). Penting untuk memilikinya dalam pekerjaan dan bahkan dalam hidup. Ketika bekerja, Anda harus selalu tahu apa objektif pekerjaan tersebut. Dengan begitu Anda tahu ke mana harus melangkah, apa yang harus dicapai, dan mengukur hasil,” tutur Sebastian.

Setelah mengetahui objektif perusahaan, masing-masing berjuang untuk mencapai tujuan yang sama sehingga bisa memberikan yang terbaik demi tercapainya tujuan tersebut. Itu sebabnya, tidak ada kompetisi di Google, melainkan kolaborasi. “Kami memiliki sistem review 360, dari manajemen yang paling bawah hingga di atas, sehingga bisa ketahuan kinerja masing-masing manajer,” ungkap Sebastian.

Sebastian juga membocorkan rahasia bekerja sukses ala para Googlers, yang ternyata bukan kerja keras tanpa henti, melainkan… berhenti sejenak dari pekerjaan! Menurutnya berhenti sejenak dari pekerjaan akan jauh lebih efektif hasilnya. Namun dengan satu syarat, yaitu Anda harus mencicil pekerjaan tersebut terlebih dulu tanpa menyelesaikannya. “Dengan beristirahat, atau melakukan hal lain maka pikiran Anda akan lebih rileks dalam memproses informasi, sehingga menghasilkan pekerjaan yang lebih baik,” tutur Sebastian membagikan tips suksesnya.

Yang menarik, menurut Sebastian, porsi budaya perusahaan di Google hanya 20%. “Google percaya karyawannya bisa berbuat lebih dari yang mereka pikir,” kata Sebastian. “Mengutip buku Talent Code yang ditulis oleh Daniel Coyle, ‘Jadilah produktif, ciptakan ide-ide baru meski banyak di antara ide-ide tersebut buruk’, karena kualitas akan perlahan datang dari kuantitas,” lanjutnya.

Yansen Kamto (Chief Executive, KIBAR) memoderatori sesi tanya jawab di acara ini | Dok: ruang & tempo

Lalu bagaimana memisahkan ide yang bagus dari ide-ide buruk? Ternyata, menurut Sebastian, dengan memberikan highlight pada ide-ide yang buruk. Kebanyakan orang selalu fokus pada ide-ide bagus yang mereka miliki, namun jarang mengapresiasi ratusan ide buruk yang mereka miliki. “Itu sebabnya, Anda perlu membicarakannya dan tunjukkan mengapa startup Anda tetap menarik meski memiliki ide-ide yang buruk,” ungkap Sebastian, yang juga merupakan Founder 10xMBA, program mini MBA yang diadakan secara intensif selama sebulan untuk mereka yang ingin mencapai lebih dan menjadi generasi berikutnya dari para project manager, entrepreneur, dan pemimpin di segala bidang.  Produce a lot. Quality comes from quantity.

Salah satu peserta yang bertanya kepada Sebastian | Dok: ruang & tempo

Sesi sharing ini juga menghadirkan Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR sebagai moderator sehingga perbincangan jadi jauh lebih menarik. Apalagi, Yansen Kamto pernah bertemu dengan Sebastian di Brazil tahun 2013 lalu sehingga telah terjalin keakraban di antara mereka. Yansen Kamto pun menutup sesi sharing ini dengan berpesan pada para peserta yang hadir, “Be useful for others. Inovasi itu datang dari memecahkan berbagai permasalahan.”

Foto bersama Sebastian dengan para peserta | Dok: ruang & tempo

Nah, Anda siap bekerja ala Googlers?

Categories: Tech & Startups