Bagi para pendiri startup yang sedang berusaha membesarkan perusahaannya, program akselerator startup bisa menjadi salah satu cara. Tetapi ada juga yang enggan ikutan dan lebih memilih menggunakan waktunya untuk fokus bekerja, karena menganggap program akselerator ini hanya buang waktu. Toh mayoritas startup unicorn Indonesia bisa besar tanpa harus ikut program akselerator?

Tetapi ternyata berbagai penelitian, termasuk dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa program akselerator terbukti bisa membantu startup-startup untuk berkembang pesat. Syaratnya tentu program akselerator itu berkualitas baik dan menyediakan elemen-elemen penting yang dibutuhkan.

Sejarah juga mencatat bahwa program akselerator startup di seantero dunia telah menjadi komponen penting dalam melahirkan startup besar seperti Airbnb dan Dropbox.

Dalam mendukung perkembangan startup ke tahap selanjutnya, akselerator harus punya program gabungan yang terdiri dari pendidikan (pelatihan), modal, ruang kerja bersama, dukungan pengembangan produk dan akses ke jaringan dukungan yang kuat. Memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk siap melesat cepat perkembangannya.

Belakangan ini, kita sering sekali mendengar bahwa pasar di negara-negara berkembang seperti Indonesia, memiliki potensi yang menggiurkan. Tetapi bukan tanpa tantangan pula, daftar panjang rintangan sepertinya selalu menghalangi kemajuan startup di negara berkembang.

Program akselerator startup telah disebut-sebut sebagai salah satu jalan menuju kemajuan yang lebih cepat. Sama seperti yang telah dilakukan di Silicon Valley yang terkenal, akselerator yang muncul bertujuan meningkatkan potensi startup untuk meningkatkan pertumbuhan.

Perbedaan antara percepatan startup di pasar negara berkembang dan di negara-negara maju cukup mencolok. Lingkungan bisnis di sebagian besar pasar negara berkembang merupakan hal yang kompleks, dan bisa sulit bahkan bagi pengusaha yang paling berpengalaman.

Menurut laporan terbaru dari Harvard itu, dengan data di lebih dari 2.000 usaha dari 42 program akselerator, percepatan usaha tumbuh pada tingkat yang lebih tinggi secara secara signifikan dibandingkan dengan startup yang tidak mengikuti program akselerator.

Dalam laporan tersebut, perusahaan di pasar negara berkembang meski memperoleh lebih banyak pendapatan, dan telah mempekerjakan lebih banyak karyawan, tetapi usaha di negara-negara berpenghasilan tinggi mampu menarik sekitar dua kali lebih banyak investasi tahap awal.

Tanpa akselerasi, usaha-usaha yang sedang berkembang bisa tidak mampu menarik investasi. Sementara program akselerator pasar yang sedang muncul sama efektifnya dalam mendorong modal masuk, meski program akselerator sendiri bukan satu-satunya jawaban untuk menjembatani kesenjangan yang terjadi.

Program akselerator paling berhasil ketika mereka memberikan bantuan yang tepat kepada orang yang tepat. Penelitian dari Harvard menunjukkan bahwa banyak pengusaha pasar yang sedang berkembang memprioritaskan membangun keahlian mereka atau memperbaiki produk dan strategi pemasaran mereka dengan menghubungkan dengan calon investor. Nah, program akselerator harus meluangkan waktu untuk memahami dan menyelaraskan dengan kebutuhan pendiri di pasar negara berkembang.

Sementara program akselerator mungkin tampak singkat, hanya beberapa bulan, tetapi bisa jadi penuh dengan kegiatan yang menguntungkan startup. Meskipun program akselerator memang bervariasi, program tipikal termasuk pertemuan dengan mentor, sesi umpan balik, presentasi “demo day”, jaringan, dan kegiatan sosial. Ada banyak informasi untuk dikumpulkan dari acara-acara ini dan bahkan lebih banyak lagi untuk diterapkan langsung ke dalam perusahaan yang sedan dirintis.

Sebuah program akselerator dikemas dalam begitu banyak informasi dari pengalaman dan keterampilan bertahun-tahun yang telah dikumpulkan oleh setiap mentor atau manajer akselerator. Jelas, ini dapat meningkatkan peluang keberhasilan startup.

Digitaraya berupaya untuk menjembatani kesenjangan yang terjadi dengan meluncurkan program akselerator yang didukung oleh Google Developers Launchpad, demi melahirkan lebih banyak startup Indonesia berkelas global. Daftarkan startup kamu di sini.

BACA JUGA:  7230 Donor Darah Rek! Siapa Bilang Donor Darah itu Ribet!

Originally posted on Recap.id

Categories: Tech & Startups