Bagi para pelaku startup, pitching bukan kata yang asing lagi. Satu kata yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Apalagi, pitching adalah salah satu hal penting yang bisa menentukan sebuah startup bisa sukses atau gagal dalam mendapatkan partner business.

Nah, barangkali ini berguna, CEO Reblood Leonika Sari beberapa waktu lalu terpilih sebagai satu-satunya wakil Indonesia mengikuti Blackbox Connect 22 di Silicon Valley, bersama dengan 14 pengusaha perempuan lainnya dari seluruh dunia.

Salah satu oleh-oleh Leonika yang mungkin berguna adalah tips cara melakukan pitching yang baik dan efektif. Menurut Leo, yang paling susah adalah jika waktunya terbatas. Semakin sedikit waktu, semakin dituntut kemampuan komunikasi yang efektif dari pendiri startup.

Long is easy, short is hard

Lalu, bagaimana teknik pitching diajarkan disana? Leo bercerita, Head of Content Crunchbase Gené Teare, saat hari pertama langsung berkeliling memulai perkenalan, dan masing-masing pendiri “secara singkat” memperkenalkan diri dan startup mereka.

Pertanyaan singkat yang dimaksudkan agar pendiri bisa mengasah kemampuan menjelaskan perusahaan dalam 10-detik, dan bisa menjawab pertanyaan dengan tepat. Kemampuan ini adalah hal yang mutlak dikuasai pendiri untuk bisa pitching dengan baik.

Selanjutnya di hari yang sama, pendiri dipertemukan dengan Bill Joos yang dikenal dengan julukan “Pitch Doctor”. Bill Joos sendiri saat ini menjabat sebagai Principal di Go To Market Consulting. Dulunya, Bill membantu Guy Kawasaki mendirikan Garage Technology Ventures, dan pernah menjabat sebagai VP of US Sales di Apple.

Ini adalah awal dari proses grup untuk menyempurnakan intro 10 detik atau “handshake”, pitch 45 detik, pitch resmi tiga menit untuk pertemuan dengan investor.

BACA JUGA:  Perkuat Ekosistem Digital, Google Kolaborasi dengan KIBAR

Kata Bill, pitch yang baik harus meninggalkan kesan tak terlupakan, menyentuh, dan otentik. Terutama jika kebetulan hanya punya waktu singkat, atau saat mengikuti kontes yang diselenggarakan untuk startup yang ingin scale up. Ini tips dan jenis-jenis pitch yang harus dikuasai:

The Handshake Intro

Tak menutup kemungkingan sebagai pendiri saat acara networking, akan bertemu dengan investor atau pelaku startup lainnya yang ingin diajak kerja sama. Nah, The Handshake Intro merupakan kesempatan untuk berkenalan sekaligus memberikan kesan pertama yang baik. Pikirkan hal yang ingin dikatakan dalam 10 detik. Leo menyarankan untuk melatih menjelaskan startup yang didirikan dalam tujuh  hingga 17 kata. Seorang pendiri harus menguasai teknik ini, agar bisa memberikan kesan pertama yang tak terlupakan

Elevator Pitch

Waktunya akan lebih banyak dari sekadar memperkenalkan diri. Estimasinya sekitar 30- 90 detik. Perlu diingat bahwa, Elevator Pitch tidak ditujukan untuk menutup kesepakatan. Melainkan membangun keingintahuan lebih yang akan mengundang keypads pertemuan berikutnya. Pelajaran yang didapatkan Leo dari Balckbox Connect adalah saat memiliki kesempatan ini, ada baiknya penjelasan ditekankan tentang “siapa yang kalian bantu”. Termasuk di dalamnya primary user dan kesulitan mereka. Lalu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi itu semua.

3 Minutes Pitch

Alur yang baik untuk kesempatan pitch tiga menit adalah: Isi dengan 30 detik awal dengan intro/tagline, dan jangan lupa visi besar perusahaan. 30 Detik kedua, perkenalkan cara kerja produk. Menit pertama hingga kedua dengan memberi gimmick empat hal menarik tentang perusahaan. Plus paparkan data serta traksi pertumbuhan startup. Menit terakhir ditutup dengan potensi perusahaan dan latar belakang tim dalam perusahaan.

Tentang Blackbox

Blackbox sendiri merupakan acara yang diselenggarakan setahun empat kali bertempat di Fact0ry, sebuah creative hub yang terletak di kota San Francisco. Pesertanya terdiri dari  15–16 dari pendiri startup dari seluruh dunia untuk program residensial selama dua minggu di San Francisco. Blackbox Connect yang telah berjalan sebanyak 22 kali sejak tahun 2010, dan telah diikuti oleh lebih dari 400 pendiri perusahaan dari berbagai negara.

BACA JUGA:  #RebloodNow Eps 10: Better Lat(t)e Than Never Selamatkan Pagi dengan Secangkir Kopi, Selamatkan Jiwa dengan Setetes Darah

Program ini diinisiasi oleh Fadi Bishara, seorang imigran dari Syria yang telah berkarier selama lebih dari 20 tahun di Silicon Valley. Di sana ia bekerja sebagai pencari bakat dan ahli rekrutmen yang membantu berbagai startup di Silicon Valley yang telah memasuki tahap pertumbuhan pesat.

Originally posted on: Recap.id

Categories: Tech & Startups