Foto: Dok. Kibar

Jakarta – Setelah pertemuan dengan Mounir Mahjoubi dan kunjungan ke Numa, di hari yang sama (28/5) KIBAR dan Digitaraya melanjutkan perjalanan mereka mengunjungi Station F di Paris.

Station F adalah kampus, inkubator dan fasilitator startup terbesar di dunia saat ini, tempat berbagai startup dan perusahaan global bernaung di bawah atap yang sama. Station F baru saja diresmikan oleh Presiden Emmanuel Macron pada Juni 2017 lalu. Beberapa perusahaan raksasa yang bertempat di Station F antara lain Microsoft, Facebook, dan Naver.

Di Station F, KIBAR dan Digitaraya didampingi sang direktur Roxanne Varza dan Kepala Sektor Prioritas Internasional Departemen Keuangan Prancis Gaultier Brand-Gazeau. Tim KIBAR disambut oleh Gaultier di pintu utama dengan senyum hangat. Diawali dengan perkenalan dan berbincang-bincang ringan, Roxanne dan Gaultier membawa tim KIBAR tur melihat bangunan seluas 34.000 meter persegi yang mampu mengakomodasi sampai 1.000 startup dan perusahaan.

Foto: Dok. Kibar

Bangunan yang kini telah direvitalisasi menjadi Station F awalnya bernama Halle Freyssinet yang didirikan pada tahun 1920an. Dulu, gedung tersebut berfungsi untuk memfasilitasi kegiatan pos dan pengiriman.

Seperti bangunan tua lainnya, Halle Freyssinet sempat hampir dihancurkan. Namun, Xavier Niel yang merupakan founder Station F merasa bahwa bangunan ini perlu dilestarikan dan diberi makna baru. Sehingga, Xavier mempekerjakan arsitek Jean-Michel Wilmotte untuk menyulap gedung tua bersejarah itu jadi area kontemporer yang mampu menaungi lebih dari 1.000 startup. Meski telah memiliki desain lebih terkini, bangunan Station F masih mempertahankan struktur konkretnya yang khas.

Kini, gedung Station F dibagi menjadi 3 zona besar, yaitu Share Zone, Create Zone, dan Chill Zone.

Ruangan yang terbuka sebagian untuk publik adalah Share Zone. Bagi Roxanne, zona ini adalah ruangan fundamental bagi para startup untuk membuat prototipe, menghadiri beragam acara yang relevan bagi mereka, dan memasarkan brand. Di bagian ini, bernaung beberapa perusahaan besar dunia seperti Amazon, Axeleo, Ashoka, Ventech, dan Zendesk. Bahkan, badan pemerintahan juga terletak di zona ini.

BACA JUGA:  Mengenal NUMA, Hasil Evolusi dari Perintis Coworking Space di Paris

Hal ini ternyata memiliki efek positif; pemerintah dan pemain startup saling diuntungkan dengan jarak kerja yang berdekatan. Di sini, Station F berfungsi sebagai fasilitator saja, karena hubungan antara startup dan pemerintah ternyata berjalan organik tanpa butuh banyak intervensi.

Create Zone adalah ruangan yang terbatas untuk “residen” atau anggota yang membayar bulanan untuk akses bekerja di bagian gedung ini. Menurut Roxanne, bagian ini berjalan seperti mal karena setiap residen bebas mengadakan program apa pun yang mereka inginkan, sehingga budaya yang tercipta di bagian ini pun unik. Fungsi manajemen Station F di sini hanya memastikan bahwa segalanya berjalan dengan baik. Zona yang seratus persen terbuka untuk umum adalah Chill Zone. Terdapat empat kafe yang dan satu restoran besar yang mampu menampung seribu kursi bernama La Félicita.

Foto: Dok. Kibar

Roxanne berbagi mengenai beberapa program yang dijalankan Station F. Salah satu yang paling dibanggakan olehnya adalah Fighters Program, yaitu program pembinaan gratis untuk para pendiri startup dari latar belakang kurang mampu. Program ini terbuka bagi para imigran, pengungsi, bahkan orang-orang yang baru keluar dari penjara.

Dari pertemuan ini, Roxanne memberikan informasi berharga kepada Yansen Kamto, CEO dari KIBAR, bahwa Station F juga sedang menjalani 17 program lain yang mencakup antara lain bidang bisnis, kesehatan, dan teknologi. Salah satunya adalah program konten tambahan oleh Naver yang bisa diikuti oleh startup lain yang ingin mengembangkan aspek konten mereka. Program-program ini dimodali oleh Station F dan berfokus pada beberapa pasar yang sedang berkembang di dunia, meski tidak spesifik di Indonesia. Namun, startup asal Indonesia memiliki kesempatan untuk mengirimkan startup-startup potensialnya ke berbagai program ini.

BACA JUGA:  Di Bali, Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Masuki Tahap "Ignition"

Menurut Roxanne, program-program di Station F merupakan rekomendasi terbaik bagi para pemain startup yang ingin mengembangkan sayapnya, termasuk startup dari Asia Tenggara.

Setelah ini, KIBAR dan Digitaraya akan bermain ke kantor YouTube di Paris. Nantikan kabar selanjutnya! (jsn/asj)

Foto: Dok. Kibar

Originally posted on: detikInet.

Categories: Tech & Startups