GDG (Google Developer Groups) Jakarta Meetup berkolaborasi dengan Digitaraya Powered by Google Launchpad dan New Energy Nexus SEA membahas tentang bagaimana teknologi Internet of Things (IOT) berperan dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan di Indonesia, khususnya dalam startup smart energy, Kamis (07/06) lalu di Menara by KIBAR.

GDG sebagai komunitas terbuka bagi siapa saja yang tertarik untuk terlibat dalam diskusi terbuka mengenai teknologi Google ini berkomitmen mengadakan pertemuan tiap bulannya di setiap kota di Indonesia. Di tiap forum pertemuan, GDG menampilkan sesi-sesi presentasi dari berbagai pembicara yang ahli di bidangnya dan diskusi mengenai teknologi terbarukan dari Google. Di Meetup Jakarta kali ini, GDG menggandeng Digitaraya dan juga New Energy Nexus SEA untuk mengangkat tema “The Role of IOT in Renewable Energy Utilization and Smart Energy Startups”.

Giandomenico Zappia (Business Development Asia Pacific, ENEL Green Power) dalam Energy Meetup | Dok: Menara by KIBAR

Hal ini dilatarbelakangi oleh potensi Indonesia dengan pasar digital yang luas. Di samping itu juga sejalan dengan visi dan misi Digitaraya untuk menerbitkan digital entrepreneur di generasi-generasi selanjutnya, salah satunya pada sektor energi, serta New Energy Nexus yang fokus mendorong terciptanya banyak startup di bidang energi. “Pada akhirnya kami ingin mengajak lebih banyak orang untuk bergabung menjadi entrepreneur di bidang digital. Kami ingin mengajak orang untuk melihat permasalahan sebagai peluang,” tutur Prasetyo Andy Wicaksono, Head of Technology Digitaraya dalam kata sambutannya.

Valentine Gandhi (Founder, The Development CAFÉ) berinteraksi dengan para peserta | Dok: Menara by KIBAR

Beberapa pembicara seperti Giandomenico Zappia (Business Development Asia Pacific, ENEL Green Power), Valentine Gandhi (Founder, The Development CAFÉ) dan Alwin Arrasyid (IOT Software Lead, DycodeX) diundang untuk membagikan ilmu mereka seputar IOT dan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Menurut Giando, untuk dapat memahami IOT sebagai sistem perangkat komputasi yang saling berkaitan, mesin mekanis dan digital, objek, hewan, atau orang-orang yang dilengkapi dengan pengenal unik dan kemampuan untuk mentransfer data, kita harus benar-benar memperhatikan pasar energi. Pada tahun 2050, jumlah manusia yang menempati berbagai kota besar akan berjumlah 6,3 miliar. Diperkirakan pada tahun 2040, kebutuhan listrik akan meningkat dari 18% menjadi 29%. Itu sebabnya manusia di bumi perlu lebih fokus pada energi terbarukan. “Saat ini kami banyak berinvestasi dalam digitalisasi. Anda dapat melihat kami memiliki enam pilar, seperti pelanggan, aset, orang, keamanan cyber, platform, dan sistem cloud,” ungkap Giando dalam sesi presentasinya.

Setelah mendengarkan sesi presentasi Giando dari sektor swasta, Valentine membawakan tema “IOT Implementation” dari sisi pengembangan perangkat lunak. Menurutnya, teknologi dapat menjadi ‘jembatan’. Lalu bagaimana mengimplementasikan IOT? “IOT dapat membantu manusia membuat sesuatu yang sangat efisien sehingga biayanya menjadi lebih murah. Misalnya pertanian cerdas berbasis IoT, yang dapat membantu manusia membangun sistem ladang tanaman dengan bantuan sensor dan mengotomatisasi sistem irigasi,” kata Valentine, yang juga akan mengadakan workshop di Jakarta pada tanggal 25-27 Juli mendatang.

Sesi presentasi berikutnya, dilakukan oleh Alwin yang memberikan perspektif IOT dari sisi software engineering. Selain menjelaskan cara kerja IOT, Alwin juga mengulik sisi teknologi Low Power dari IOT. Menurutnya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu hardware, connectivity, dan software. Di hardware, optimisasi harus dilakukan dari sisi desain. Lalu mengenai connectivity, dapat menggunakan Low Power Wide Area yang terjangkau. Terakhir, dari sisi software memainkan peran penting dalam optimisasi penggunaan daya. “Kita bisa mengkonfigurasi penggunaan software sesuai dengan kebutuhan,” tutur Alwin menjelaskan.

Foto bersama peserta dan pembicara | Dok: Menara by KIBAR

Setelah masing-masing pembicara berbagi ilmu dalam sesi presentasi, GDG Jakarta Meetup dilanjutkan dengan diskusi panel yang dimoderatori oleh Prasetyo Andy Wicaksono dan ditutup dengan sesi tanya jawab dari para peserta yang hadir dan sangat antusias untuk mengenal lebih jauh tentang IOT dan energi terbarukan.

BACA JUGA:  Startup Binaan Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Unjuk Kebolehan dalam Demo Day
Categories: Tech & Startups