Tulisan ini adalah awal dari rangkaian cerita mengenai pengalaman CEO Reblood Leonika Sari dalam program Blackbox Connect 22 di Silicon Valley, di mana ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang terpilih bersama dengan 14 wanita pengusaha lainnya dari seluruh dunia.

Beberapa waktu lalu, saya menerima kabar bahwa saya terpilih untuk mewakili Indonesia dalam program Blackbox Connect: Female Founders Edition selama dua minggu. Senang dan bangga tentunya, karena saya mendapatkan kesempatan berharga untuk berpartisipasi dalam program yang khusus ditujukan untuk mengasah keterampilan dan memperkuat pondasi kami, para wanita pengusaha dalam entrepreneurship.

Dua minggu bukan waktu yang singkat. Kesempatan berharga ini saya gunakan sebaik-baiknya untuk networking dan menimba ilmu. Ini adalah cerita perjalanan saya dalam Blackbox Connect siklus 22 di Silicon Valley, San Fransisco.

Sekilas tentang Blackbox Connect

Blackbox Connect diadakan selama dua minggu, sepanjang hari Senin hingga Jumat dan bertempat di Fact0ry, sebuah creative hub yang terletak di kota San Francisco. Fact0ry merupakan rumah dengan tiga lantai dan satu  basement yang memiliki fungsi berbeda di setiap ruangnya.

Pada minggu pertama, program ini membekali pesertanya dengan berbagai diskusi, presentasi, hingga workshop, yang sebagian besar menggunakan program room di lantai 1 dan workshop room di ruang basement.

Hari pertama diisi dengan perkenalan dengan tim Blackbox, tim Fact0ry, dan masing-masing peserta. Pada sesi ini, kami mempelajari sejarah dari Blackbox Connect yang telah berjalan sebanyak 22 kali sejak tahun 2010, dan telah diikuti oleh lebih dari 400 pendiri perusahaan dari berbagai negara. Program ini diinisiasi oleh Fadi Bishara, seorang imigran dari Syria yang telah berkarier selama lebih dari 20 tahun di Silicon Valley. Di sana ia bekerja sebagai pencari bakat dan ahli rekrutmen yang membantu berbagai startup di Silicon Valley yang telah memasuki tahap high growth.

Foto bersama dengan para peserta dan juga team dari Blackbox | Dok: Pribadi

Melalui Blackbox Connect, Fadi dan tim ingin lebih banyak lagi para pemilik startup di seluruh dunia dapat belajar dan mendapat kesempatan, dengan mengenalkan ekosistem yang ada di Silicon Valley.

Belajar Bersama Wanita Pengusaha Hebat dari Seluruh Dunia

Di Blackbox Connect, saya bersama 14 wanita pengusaha lainnya yang berasal dari berbagai negara tinggal di beberapa kamar yang telah ditentukan, dengan formasi tiga sampai lima orang di setiap kamar. Lima belas wanita berada dalam satu atap dan tinggal bersama-sama dalam dua minggu? Seru banget pastinya!

Saat memasuki sesi perkenalan dengan masing-masing peserta, saya jadi makin mengenal setiap pribadi peserta Blackbox Connect. Ternyata mereka semua keren-keren banget. Para wanita pengusaha ini merupakan rising star dari masing-masing negaranya, yaitu Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Jerman, Irlandia, Kenya, Belanda, Portugal, Singapura, Spanyol, dan Amerika Serikat. Perusahaan yang dikelola pun bergerak di bermacam-macam bidang, mulai dari yang bergerak di bidang kesehatan, energi solar, properti, transportasi, blockchain, logistik, dan sebagainya.

Bisa berkenalan dan juga menjadi bagian dari mereka merupakan suatu kebanggaan bagi saya. Di Blackbox Connect, kami para “Blackboxers”, sebutan untuk pesertanya, dapat keluar dari rutinitas kami sehari-hari dalam mengelola perusahaan, saling belajar satu sama lain, dan mendapatkan materi pembelajaran dan inspirasi dari berbagai pembicara yang merupakan orang-orang terkemuka di ekosistem Silicon Valley.

Silicon Valley Bukan Sekadar Tempat, melainkan Nilai, Budaya, dan Masyarakatnya

Kalau kamu pergi ke Silicon Valley hanya untuk jalan-jalan dan berfoto dengan Golden Gates, atau sekadar selfie dengan patung Android terbaru di markas Google, maka kamu tidak benar-benar ‘berada’ di Silicon Valley.

Kenapa saya bisa bilang begitu? Menurut saya, sangat disayangkan apabila jauh-jauh menempuh perjalanan hampir 20 jam, hanya untuk tur dan melihat-lihat. Silicon Valley ‘melahirkan’ banyak sekali talenta dan orang-orang yang berpengalaman. Bisa berada di Silicon Valley artinya bisa menjalin network dan belajar dari berbagai kultur dan orang-orang yang telah memiliki pengalaman di bidangnya. Hal berharga inilah yang saya temukan dan pelajari dalam program Blackbox Connect. Beruntungnya, Blackbox Connect mempertemukan para pesertanya dengan berbagai pembicara ‘high-profile’, yang mungkin tidak bisa kami temui sembarangan.

Berkesempatan Foto dengan Pemimpin Wanita Keren dari berbagai Belahan Dunia | Dok: Pribadi

Sepanjang minggu di Blackbox Connect, kami mengikuti serangkaian diskusi dan workshop dari Gené Teare (Head of Content, Crunchbase), Bill Joos (Principal, Go To Market Consulting), Kristin Schaefer (SVP of Finance & Strategy, Postmates), Pamela Newenham (Founder, GirlCrew), Mårten Mickos (CEO, HackerOne), Shernaz Daver (Executive Advisor, Google Ventures), Alex Tauber (Head of Entrepreneurial Commitment Group, Stanford University), Holly Liu (Co-Founder, Kabam & Visiting Partner, YC), dan Ryan Panchadsaram (Kleiner, Perkins, Caufield and Byers). Yang paling menarik dari sesi-sesi ini adalah ada begitu banyak cerita personal yang dibagikan oleh para pembicara kepada kami, yang mungkin tidak pernah terdengar di media.

Mau tahu pembelajaran apa saja yang saya dapatkan dari mereka? Ikuti terus perjalanan saya di artikel berikutnya.

BACA JUGA:  7230 Donor Darah Rek! Siapa Bilang Donor Darah itu Ribet!
Categories: Tech & Startups