Program Blackbox Connect 22 yang berlangsung pada tanggal 21 Mei hingga 1 Juni 2018 di Silicon Valley, San Fransisco telah memberikan banyak sekali wawasan bagi para pesertanya. CEO Reblood, Leonika Sari yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada program yang khusus ditujukan untuk para pendiri startup ini pun telah merasakan manfaatnya. Menurut Leo, tak hanya kisah-kisah personal yang inspiratif saat melanglang buana di ekosistem startup Silicon Valley, para pembicara yang hadir juga berbagi beberapa judul buku favorit yang mereka baca.

Rekomendasi beberapa buku dari para pembicara di Blackbox Connect 22 ini telah dirangkum oleh Leo. Berikut tujuh judul buku yang wajib dibaca oleh kamu para pendiri startup serta yang ingin lebih mengenal seluk-beluk dunia startup!

  • The Hard Thing About Hard Things oleh Ben Horowitz

Hasil gambar untuk The Hard Thing About Hard Things oleh Ben Horowitz

Buku ini ditulis oleh Ben Horowitz, pendiri Venture Capital (VC) Andreessen Horowitz, yang masuk dalam daftar lima besar VC di Silicon Valley. Dalam buku ini, Ben menceritakan perjalanan pribadinya, mulai dari bekerja di perusahaan startup hingga mendirikan perusahaan startup sendiri yang bernama Opsware (kini telah diakuisisi oleh Hewlett Packard). Pengalaman pribadi Ben menekankan pada berbagai kenyataan pahit dan sulit yang memang benar-benar terjadi dan akan dialami oleh banyak pendiri perusahaan startup.

  • Bad Blood: Secrets and Lies in a Silicon Valley Startup oleh John Carreyrou

Hasil gambar untuk Bad Blood: Secrets and Lies in a Silicon Valley Startup oleh John Carreyrou

Dari judul bukunya saja telah tersirat bahwa buku ini pasti berhubungan dengan darah. Yap, benar! Buku ini menceritakan tentang Theranos, perusahaan startup yang membuat sebuah alat tes darah sederhana hanya dengan menggunakan setetes darah. Produk yang ditawarkan Theranos menjadikan perusahaan ini sangat terkenal dan bernilai milyaran dolar, serta menjadi panutan banyak orang dan organisasi di dunia. Namun kebohongan publik terkait produknya, membuat perusahaan ini hancur dan skandalnya menjadi sorotan publik kala itu, dimulai ketika John Carreyrou mengungkapkan hasil investigasinya kepada publik, yang akhirnya diungkapkan secara detail pada buku ini.

  • Brotopia: Breaking Up the Boys’ Club of Silicon Valley oleh Emily Chang

Hasil gambar untuk Brotopia: Breaking Up the Boys' Club of Silicon Valley oleh Emily Chang

Silicon Valley telah menjadi poros penggerak roda startup. Ibarat Hollywood yang merupakan surganya dunia hiburan, maka Silicon Valley adalah surganya dunia startup yang dipenuhi ‘unicorn’. Ada keyakinan bahwa di Silicon Valley, semua orang bisa mewujudkan mimpi untuk mengubah dunia dengan teknologi apabila mau bekerja keras dan tidak takut dengan kegagalan. Namun ternyata hal ini tidak berlaku untuk wanita, karena hingga hari ini Silicon Valley adalah ‘utopia’ yang menjadi ladang kesuksesan eksklusif bagi pria. Dalam buku ini, Emily Chang, seorang jurnalis Bloomberg TV, menceritakan bagaimana memperbaiki entropi budaya (toxic culture) yang terjadi di Silicon Valley yang sangat didominasi oleh pria. Dalam analisa yang dilakukannya, Emily juga melakukan banyak wawancara dengan berbagai wanita yang berkarier di sana, mulai dari engineerahli mesin hingga eksekutif sukses seperti Sheryl Sandberg (COO Facebook), Susan Wojcicki (CEO YouTube), dan Marissa Mayer (mantan CEO Yahoo!).

  • Troublemakers: Silicon Valley’s Coming of Age oleh Leslie Berlin

Hasil gambar untuk Troublemakers: Silicon Valley's Coming of Age oleh Leslie Berlin

Gemerlap kesuksesan yang kita lihat saat ini di Silicon Valley terjadi karena landasan yang telah dibangun oleh orang-orang yang bekerja di industri teknologi sejak tahun 1970-an. Seorang ahli sejarah bernama Leslie Berlin menceritakan kisah-kisah yang belum pernah diceritakan dari para pionir Silicon Valley yang terjadi di balik layar. Tidak hanya menceritakan inovator terkenal seperti Steve Jobs, Regis McKenna, Larry Ellison, dan Don Valentine, buku ini juga menceritakan sosok seperti Mike Markkula, pimpinan Apple yang kurang mendapat sorotan padahal memiliki sepertiga perusahaan; Bob Taylor, yang memulai Arpanet dan mendalangi personal computer; pengusaha perangkat lunak Sandra Kurtzig, wanita pertama yang membangun perusahaan teknologi yang go-public; Niels Reimers, administrator Stanford yang melakukan pembaharuan pada cara-cara universitas menjangkau publik. Bersama-sama membangun inovasi, para ‘troublemaker’ ini menulis ulang peraturan yang ada dan menciptakan masa depan yang kita nikmati sekarang.

  • Netflixed: The Epic Battle for America’s Eyeballs oleh Gina Keating

Hasil gambar untuk Netflixed: The Epic Battle for America's Eyeballs oleh Gina Keating

Seorang jurnalis bernama Gina Keating menceritakan kisah di dalam Netflix, salah satu perusahaan hiburan terbesar di dunia yang nilainya melampaui Disney dan Comcast pada Mei 2018 lalu. Perusahaan yang telah berdiri sejak 1997 ini memulai langkahnya sebagai toko DVD online bahkan ketika belum banyak orang yang memiliki mesin DVD. Langkah awal tersebut telah berhasil mentransformasi industri rental film yang mengubah bagaimana ratusan juta pasang mata menikmati film hingga hari ini. Buku ini menceritakan berbagai tantangan besar yang dihadapi oleh Netflix, mulai dari persaingan sengit dengan raksasa jaman dulu: Blockbuster, hingga pertempuran dengan platform lainnya seperti Google, Hulu, dan Amazon.

  • Measure What Matters: How Google, Bono, and the Gates Foundation Rock the World with OKRs oleh John Doerr

Hasil gambar untuk Measure What Matters: How Google, Bono, and the Gates Foundation Rock the World with OKRs oleh John Doerr

Sosok legendaris John Doerr yang saat ini menjabat sebagai pimpinan dari Kleiner, Perkins, Caufield & Byers (KPCB), menceritakan bagaimana menggunakan metode OKR (Objective and Key Results) dalam perusahaan. Metode OKR saat ini telah dipakai oleh berbagai perusahaan besar seperti Google. Melalui buku ini, John Doerr membantu generasi pendiri perusahaan startup berikutnya untuk dapat menciptakan ‘keajaiban’ seperti yang dilakukan oleh Google, Bono, dan Gates Foundation.

  • The Four Steps to the Epiphany oleh Steve Blank

Hasil gambar untuk The Four Steps to the Epiphany oleh Steve Blank

Buku ini menceritakan proses Customer Development melalui empat langkah praktis yang sudah terbukti dengan wawasan tentang apa yang membuat beberapa perusahaan startup sukses atau malah gulung tikar. Seringkali perusahaan startup secara membabi buta membuat dan melaksanakan rencana, namun empat langkah ini dapat membantu menemukan kekurangan dalam produk dan rencana bisnis, serta memperbaikinya sebelum menjadi masalah. Walaupun agak berat untuk dibaca, buku ini membahas secara detail tentang iterasi cepat, umpan balik pelanggan, dan pengujian asumsi yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan startup.

Nah, menarik dan seru kan rekomendasi buku-bukunya? Ada yang sudah membaca beberapa judul buku di atas? Berikan komentarmu di kolom komentar di bawah ya. Bagi yang belum, selamat membaca!

BACA JUGA:  Blackbox Connect 22: Dua Minggu yang Berkesan dan Memperkaya Wawasan