Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang diinisiasi oleh KIBAR mulai menuai hasil. Untuk melahirkan 1.000 startup digital, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital menjalankan strategi mentoring dan pembinaan intensif melalui tahapan-tahapan sistematis di sepuluh kota yang memiliki infrastruktur serta fondasi digital yang kuat. Tahapan terdiri atas Ignition, Networking, Workshop, Hacksprint, dan Bootcamp. Setelah melewati berbagai tahapan yang dimulai sejak enam bulan lalu tersebut, akhirnya Kamis (24/05) lalu, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sampai ke puncak acara, yaitu “Demo Day” yang diselenggarakan di Auditorium Anantakupa, Gedung Kementerian Kominfo Lantai 8.

Perwakilan dari Bizhare melakukan pitching di hadapan peserta | Dok: 1000 Startup

Berbagai startup dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali, yang merupakan hasil inkubasi Gerakan 1000 Startup Digital selama enam bulan terakhir unjuk kebolehan dan mempresentasikan produk mereka ke hadapan para undangan yang terdiri dari berbagai pihak yang sudah mendukung jalannya program ini, yaitu Kominfo, partner, advisor, mentor, media, komunitas, kampus, NGO, serta investor. Pada kesempatan ini, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital juga mengajak beberapa startup dari Brunei untuk ikut pitching dengan maksud membuka jalan dan menghadirkan kerja sama antara Indonesia dengan Brunei.

Kesebelas startup yang berhasil mengikuti pitching di ajang “Demo Day”, yang menjadi pembuktian kesiapan para peserta Gerakan Nasional 1000 Startup Digital untuk terjun langsung ke masyarakat demi memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di Indonesia tersebut adalah Bizhare dan Rentrava (Jakarta), Kandang.in dan Atourin (Bandung), Wozmi dan Carenusa (Yogyakarta), Shushi dan Amacall (Bali), serta Soulkoneshken, Benchlab, dan Game On (Brunei). Masing-masing startup diberikan waktu selama lima menit untuk melakukan presentasi.

Sesi panel diskusi yang dihadiri oleh Winda Winanti (Product Manager, Bukalapak), Sony Rachmadi (CEO, RUN System), yang dimoderatori Prasetyo Andy Wicaksono (Founder, Code For Indonesia) | Dok: 1000 Startup Digital

Selain sesi pitching, para startup juga mendengarkan sesi diskusi panel dari Sony Rachmadi (CEO, RUN System) dan Winda Winanti (Product Manager, Bukalapak) yang dimoderatori oleh Prasetyo Andy Wicaksono (Founder, Code For Indonesia) yang mengangkat pembahasan mengenai “Pembelajaran dari Program 1000 Startup”. Sesi diskusi panel ini berfokus pada perkembangan startup dan merupakan sesi berbagi dari perwakilan mentor, setelah melihat perkembangan startup di beberapa fase 1000 startup digital.

Para perwakilan mentor mengaku bahwa ada banyak hal yang cukup mengagumkan bagi mereka, seperti contohnya salah satu startup yang memiliki ide crowd funding untuk para kandidat pemimpin daerah. Startup ini ingin memecahkan masalah yang kerap ditemukan ketika sedang ada pencalonan pemimpin di Indonesia, daripada harus ada transaksi politik, startup ini mencarikan crowd funding untuk para calon pemimpin daerah.

“Hingga Maret 2016 lalu, jumlah entrepreneur di Indonesia baru mencapai 1,65% dari total penduduk. Melihat fakta tersebut, kita sebenarnya memiliki peluang untuk menciptakan entrepreneur nation dengan memanfaatkan teknologi digital yang akan menjadikan kita tuan rumah di negara sendiri,” ungkap Sony, yang melihat hal ini sebagai salah satu faktor pendukung yang menentukan kemajuan Indonesia.

Foto bersama startup dan para pembicara dalam Demo Day Jakarta | Dok: 1000 Startup Digital

Itu sebabnya para mentor berharap agar para startup yang tengah dibentuk dan akan lahir ini untuk selalu melakukan perencanaan dengan baik. “Harus punya visi yang jauh lebih tinggi. Usahakan jangan sampai mundur dari visi yang kita miliki. Jangan lupa semangat dan jangan mudah menyerah. Jangan pernah takut untuk berencana. dan jangan bergerak berdasarkan asumsi dari diri sendiri,” tutur Prasetyo Andy Wicaksono mengungkapkan harapannya bagi startup di Indonesia.

BACA JUGA:  Indonesian Youth Conference 2017 Fokus Berdayakan Generasi Muda Indonesia
Categories: Tech & Startups