Board game atau permainan papan, yang dulu jadi permainan wajib dan dimainkan sejak kanak-kanak sempat menurun pamornya. Namun sekitar tiga tahun terakhir ini potensi board game kembali naik daun. Itu sebabnya, pada hari Sabtu (12/05) lalu di De Tjolomandoe, Solo, Kumpul Kreavi Episode 36 mengangkat tema “Dolan Dolen” yang mengulik tuntas mengenai potensi board game. Tak hanya dari sisi kreatifnya saja, melainkan juga dari segi bisnis dengan menghadirkan para pembicara lintas bidang yang telah berpengalaman di bidangnya masing-masing.

Menariknya, Kumpul Kreavi kali ini diramaikan dengan adanya pameran 38 karya komik, board game, buku ilustrasi dari kreator-kreator asal Jakarta, Bandung, dan juga dari IKILO (komunitas komik Solo) serta Mahasiswa Universitas Negeri Surakarta. Suasana ngumpul pun makin seru dengan adanya sesi bermain board game bersama teman-teman HOMPIMPA!, penerbit dan pengembang board game dan card game yang fokus pada konten Nusantara dan nilai nilai baik Indonesia, yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa.

Para peserta juga bisa bermain boardgame dengan pengunjung lainnya | Dok: Kreavi

Antusiasme sekitar 150 orang peserta yang datang dari berbagai kota, seperti Solo, Semarang, Boyolali, dan Makassar semakin terasa saat sesi diskusi pertama, “The Creator Creation”, yang menampilkan para kreator yang sudah berpengalaman di industri kreatif, seperti Erwin Skripsiadi (Founder HOMPIMPA! GAMES), Sweta Kartika (Founder Padepokan Ragasukma), Lolo Biru (Founder Supermoon Comics), dan Anto Motulz (Creative Advisor Kreavi). Dalam sesi diskusi ini para kreator diminta untuk sharing tentang perjalanan mereka dalam pembuatan karya board game.

Erwin Skripsiadi, yang merupakan Founder HOMPIMPA! GAMES menjelaskan konsep board game yang ia dan timnya ciptakan, “Kami ingin mempresentasikan Indonesia yang kaya raya, dan hasil eksplorasi tersebut kami tuangkan ke dalam 32 judul board game Indonesia.” Lalu mengapa ia dan timnya membuatnya dalam bentuk board game, bukan dalam aplikasi mobile? “Kami memilih board game karena ingin mengembalikan aktivitas bermain sesuai dengan nilainya, seperti berinteraksi dan menjadi jembatan komunikasi,” ungkap Erwin.

Para kreator yang juga menjadi panelis dalam sesi “The Creator Creation” | Dok: Kreavi

Menurut Anto Motulz, Creative Advisor Kreavi, saat ini para kreator sangat dimudahkan untuk menjalin relasi lebih luas dengan jaringan yang memungkinkan untuk berkolaborasi lebih luas. Yang terpenting dalam berkarya, menurut Motulz, setiap kreator harus memperhatikan dua hal, yaitu ‘pride’ (harga diri) dan ‘price’ (jual diri). “Kamu memperkaya ide, wawasan dan ilmu, untuk membangun ‘pride’, jangan dulu mikir ‘price’. Lengkapi ide dengan yang menurutmu ideal. Seiring ‘pride’ naik, maka ‘price’ juga akan naik. So, perbanyak ‘pride’, dan jangan dulu mentargetkan ‘price’,” pesan Motulz kepada para peserta.

Sesi diskusi kedua pun berlanjut, dan tentunya tak kalah seru karena membahas tentang “The Business Idea”, di mana membuka peluang bagi para kreator, khususnya penggiat board game untuk menjual karya-karya mereka ke pasar yang lebih luas. Sesi yang dipandu oleh Prami Rachmiadi (Chief Business Officer KIBAR), Andi Martin (Founder Kratoon Channel), dan Dennis Adishwara (Founder Layaria). Yang terpenting bagi para kreator, menurut Prami Rachmiadi, Chief Business Officer KIBAR, adalah memastikan bahwa bisnis yang mereka jalani memiliki sustainability. “Indonesia kaya banget, tapi terkenal juga banyak pengikut yang pasif. Jadikan followers itu aktif. Lakukan ekspansi. Kita punya banyak aset kreatif dan local wisdom yang menjadi daya tarik. Harus kita lindungi,” tutur Prami.

Para panelis dalam sesi “The Business Idea” | Dok: Kreavi

Dari board game, menurut Dennis Adishwara, Founder Layaria, masyarakat Indonesia segala usia dapat belajar banyak hal, seperti menghargai sebuah proses, kehidupan, dan mengasah daya. “Industri board game sedang berkembang. Trennya mengalami kenaikan sebanyak 28% dan saat ini sedang muncul tradisi board game night diantara para businessman untuk menjalin networking,” ungkap Dennis. Fakta-fakta ini tentu saja dapat dimanfaatkan oleh para kreator untuk semakin memperluas jangkauan karya-karya mereka.   

Selalu ada yang spesial di Kumpul Kreavi. Setelah sesi diskusi kedua berakhir, Kumpul Kreavi Episode 36 ini kedatangan tamu spesial para wirausahawan muda yang sudah memiliki bisnis di kota-kota besar, yaitu Gibran Rakabuming, salah satu pendiri dari MARKOBAR dan juga madhang.id, dan Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR. Kedatangan sosok-sosok inspiratif dan sharing yang mereka lakukan dalam sesi diskusi ketiga ini mampu memberikan inspirasi bagi para kreator di kota Solo agar memiliki semangat entrepreneurship seperti mereka.

“Indonesia memiliki sangat banyak kreator. Dengan menyiapkan kreator berbakat maka kita dapat memperluas akses dan market dalam industri,” tutur Yansen Kamto yang menceritakan tentang misi KIBAR yang kini telah menaungi 20 perusahaan startup. “Menjadi entrepreneur diperlukan mental dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan. Jangan takut dan terus mencoba,” pesan Gibran Rakabuming bagi para kreator muda Solo.

Chief Executive KIBAR, Yansen Kamto (Chief Executive, KIBAR) dan Gibran Rakabuming dalam sesi entrepreneur | Dok: Kreavi

Keseruan Kumpul Kreavi “Dolan Dolen” pun berlanjut dalam sesi workshop “Table Top Game Design” bersama tim HOMPIMPA! GAMES yang diikuti oleh 30 kreator terpilih. Para kreator yang berasal dari latar belakang berbeda, mulai dari mahasiswa, pengajar, hingga pekerja freelance ini diajak untuk membuat prototype mini board game dan dibagi ke dalam tim. Hasil dari workshop menjadi alternatif kreator untuk membuat atau menggembangkan board game kreasi mereka sendiri.

Foto bersama para kreator dan pembicara di dalam Kumpul Kreavi Eps. 36 | Dok: Kreavi

 

Categories: Creative