Leonika Sari, Founder Reblood, menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia yang terpilih bersama 14 wanita wirausaha lainnya dari seluruh dunia dalam ajang Blackbox Connect 22: Female Founders Edition. Program Blackbox Connect menawarkan kesempatan bagi para wanita wirausaha dari berbagai negara untuk hidup dan belajar bersama sambil menjalin hubungan dengan para pendiri lainnya, pengusaha, investor, visioner, dan top eksekutif selama dua minggu di Silicon Valley, San Fransisco. Bersama para pendiri startup lainnya, Leonika akan berpartisipasi dalam program yang bertujuan mengasah keterampilan berwirausaha, memperkuat dorongan dan juga fondasi dalam berwirausaha sepanjang 21 Mei hingga 1 Juni 2018.

Peserta pada Blackbox Connect Female Founders Edition tahun lalu | via: Blackbox

Para wanita wirausaha yang terpilih ini berasal dari 13 negara berbeda, yaitu Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Jerman, Indonesia, Irlandia, Kenya, Belanda, Portugal, Singapura, Spanyol, dan Amerika Serikat, serta mewakili berbagai sektor, diantaranya teknologi kesehatan, servis last-mile logistics, teknologi AR / VR, on-demand marketplaces, solusi teknologi blockchain, dan masih banyak lainnya. Dua belas dari pendiri yang terpilih, termasuk Leonika, merupakan penerima Beasiswa Google for Entrepreneurs dan dinominasikan oleh anggota jaringan mitra Google for Entrepreneurs. Leonika sendiri dinominasikan oleh KIBAR. “Saya sangat senang sekali terpilih sebagai wakil Indonesia menjadi salah satu penerima Beasiswa Google for Entrepreneurs di Blackbox Connect!” ungkap Leonika, yang mengembangkan platform untuk memfasilitasi kegiatan donor darah.

CEO Reblood, Leonika Sari | Dok: Pribadi

Leonika memang unik. Di saat kebanyakan pendiri startup lainnya sibuk merintis usaha dan mengembangkan aplikasi startup yang menguntungkan secara finansial, ia malah membuat Reblood, platform yang mendorong kaum milenial yang akrab berinternet untuk lebih memperhatikan pentingnya donor darah. Ide mengembangkan Reblood berawal dari kegelisahan wanita wirausaha yang pernah masuk daftar tokoh muda berpengaruh versi Forbes Asia, saat melihat kasus kekurangan stok darah. Menurutnya, rata-rata dalam setahun terjadi kekurangan 1 juta kantong darah. Di lain pihak, jumlah pendonor aktif, terutama di Jakarta, terus berkurang jumlahnya hingga 50% selama 5 tahun terakhir dan 60% yang mendonor justru berusia di atas 40 tahun. Itu sebabnya, Leonika pun membuat aplikasi yang dapat hadir secara khusus sebagai solusi dari kurangnya stok darah dan minimnya jumlah pendonor aktif di kalangan anak muda. Reblood menjadi penghubung para donor dengan mereka yang membutuhkan darah.

Meski telah berhasil mengembangkan platform Reblood, bukan berarti ia tak menemui berbagai tantangan. Hingga saat ini masih banyak hal yang harus dikembangkan dan tantangan yang dihadapi, salah satunya adalah bagaimana menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat untuk anak muda di Indonesia. Program Blackbox Connect yang nantinya akan diikuti oleh Leonika dan para wanita wirausaha lainnya diharapkan dapat mengurai dan menjawab tantangan-tantangan yang kini tengah dihadapi oleh startup yang dibangun dan dijalankan selama ini.

Program Blackbox Connect yang telah mencapai siklus 22 sejak didirikan tahun 2011 ini akan membekali para pendiri startup dengan keterampilan untuk menjadi wanita wirausaha terbaik dan menciptakan perubahan dalam organisasi yang mereka kelola saat ini dan tentunya di masa depan, bersama perusahaan-perusahaan lainnya yang akan mereka bangun. Selama dua minggu Leonika dan 14 wirausaha lainnya akan menjalani sesi diskusi, lokakarya interaktif, pembelajaran yang diperuntukkan bagi para pendiri, pelatihan lapangan, dan mentoring  yang diakhiri dengan Blackbox Global Startup Salon, versi terbaru Demo Day tradisional, di mana Blackboxers, sebutan untuk para peserta yang terpilih, mempresentasikan perusahaan mereka ke audiens yang telah dikurasi dari para investor dan pemimpin teknologi di Silicon Valley. Di sana mereka semua akan menerima kritik, saran, dan dukungan yang berarti bagi pengembangan perusahaan mereka.

Selamat dan sukses dalam menjalankan program Blackbox Connect di Silicon Valley, Leonika Sari!

 

Categories: Tech & Startups