DENPASAR — Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital kembali hadir di Bali dengan memasuki tahap ignition yang diikuti sebanyak 229 peserta.

Casper (Co-founder, Kulina) Dok: 1000 Startup Digital

Setelah berjalan selama lebih dari satu tahun, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital sudah menjaring lebih dari 33.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Selain itu, terdapat lebih dari 7.000 peserta yang terpilih, melibatkan 370 mentor, dan 127 startup yang sudah memasuki tahapan inkubasi di 10 kota termasuk Bali.

Untuk penyelenggaraan tahun kedua ini, para startup yang lolos di Bali sudah memasuki tahap ignition.

Koordinator Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Prasetyo Andy Wicaksono mengatakan untuk tahun kedua ini, program Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital lebih fokus dalam mematangkan konsep para peserta dengan mendatangkan para domain expert di sektor atau industri yang merupakan fokus dari prioritas pemerintah. Sektor industri yang menjadi prioritas adalah pertanian, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, dan energi.

Suasana Kegiatan Ignition 2nd Wave di Kota Denpasar | Dok: 1000 Startup Digital

Fokus terhadap keenam sektor ini ditujukan agar para entrepreneur di Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan riil di lapangan.

“Kami melihat enam sektor ini yang krusial dibutuhkan sekarang, bidang-bidang itu kebetulan banyak juga masalah dan solusinya masih terbatas,” ujarnya, Sabtu (5/5/2018).

Andy berharap walaupun Bali mengedepankan sektor pariwisata, para startup di pulau ini tidak terjebak untuk menyelesaikan masalah hospitality saja. Banyak permasalahan yang bisa dipecahkan di Bali selain pariwisata, seperti Bali Utara yang memiliki kawasan pertanian yang luas dibanding Bali Selatan.

Adapun tahap ignition merupakan seminar yang memaparkan permasalahan utama di Indonesia dan pemecahannya melalui solusi digital. Tahap ini menargetkan 10.000 peserta setiap tahunnya secara nasional. Dari tahap ini, akan dijaring peserta yang layak untuk melanjutkan ke tahap kedua yaitu networking. Di tahap tersebut, mereka akan diarahkan untuk saling memperkuat hubungan dengan membentuk tim.

BACA JUGA:  Fenomena Bisnis Startup Indonesia yang Digandrungi Milenial

Selanjutnya, tahap ketiga berupa lokakarya dengan pembekalan keahlian ke peserta dalam membuat startup digital mulai dari validasi ide, validasi pasar, dan model bisnis. Tahap keempat yaitu hacksprint mengharuskan peserta menghasilkan purwarupa produk dari ide solusi aplikasi.

Setelah itu, 500 peserta akan memasuki tahap kelima yaitu Bootcamp, yang merupakan sesi mentoring mendalam untuk menyiapkan strategi peluncuran produk. Terakhir, 200 peserta yang terpilih akan diinkubasi selama kurang lebih 3 bulan di setiap kota per tahun. Sehingga, dalam 5 tahun akan tercipta 1.000 startup digital. Saat ini, Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang memasuki tahun kedua mulai dilaksanakan di beberapa kota. Di Bandung, sudah memasuki tahap networking, Jakarta tahap hacksprint, dan Makasar tahap ignition.

Originally posted on: Bisnis.com

Categories: Tech & Startups