Masih ingat dengan perjalanan Gerald Sebastian yang mewakili KokBisa Channel di Papua beberapa waktu lalu? Di sana ia mendapatkan kesempatan untuk menemui Creative Digital Papua yang merupakan rekanan dari telusuRI, sebuah gerakan yang mengajak siapa saja untuk menelusuri Indonesia dan menceritakannya pada dunia melalui tulisan, foto, atau video untuk diskusi seputar kreativitas, konten, dan edukasi di Papua. Kali ini, giliran telusuRI yang mengajak para mahasiswa yang tergabung di dalam Himpunan Mahasiswa Raja Ampat (HIMARAJA), salah satu organisasi pengkaderan dan paguyuban yang bertujuan menampung para Mahasiswa Raja Ampat, Papua Barat yang berada di Wilayah Jabodetabek untuk menyelusuri basecamp anak-anak kreatif di Menara by KIBAR.

Syukron sebagai perwakilan dari TelusuRI menceritakan tentang perjalanan dan upaya apa yang pernah dilakukan oleh TelusuRI | Dok: Menara by KIBAR

Berawal dari perkenalan Husen Umkabu, salah satu anggota HIMARAJA, dengan bang Syukron yang memperkenalkannya dengan KIBAR, ia tertarik mengajak teman-teman Papua khususnya dari Raja Ampat untuk ke Menara by KIBAR. Tak hanya untuk mengenal lebih jauh tentang KIBAR, apa saja yang ada di dalamnya dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sana, melainkan juga menelusuri potensi kolaborasi masing-masing untuk membangun Papua lebih baik. “Perjalanan ini sangat berarti bagi kami. Bahkan kami sudah ramai membahas tentang apa saja yang akan dilakukan saat mengunjungi Menara by KIBAR melalui group WhatsApp HIMARAJA dari satu minggu sebelumnya!” ungkap Husen, Ketua Umum HIMARAJA yang berkunjung.

Sesuai dengan tradisi Menara by KIBAR, siapapun yang datang ke sana akan dipandu berkeliling lantai demi lantai gedung tersebut. Sebanyak 15 anggota HIMARAJA, dipandu oleh staf dari Menara by KIBAR, melakukan office tour ke 6 lantai, yang rupanya sangat berkesan bagi mereka. “Kami sangat terinspirasi sekali melihat ruangan yang sederhana namun memiliki banyak keunikan yang menarik dan banyak manfaatnya,” tutur Husen. Tak hanya Perguruan Kopi dan Google Lounge yang menarik perhatian mereka, melainkan juga berbagai tema yang berbeda di masing-masing lantai, terutama tulisan-tulisan di dinding dengan berbagai macam bahasa daerah Indonesia dan artikel-artikel dari telusuri.id.

Sharing Session antara TelusuRI dan HIMARAJA | Dok: Menara by KIBAR

Setelah puas berkeliling Menara by KIBAR, HIMARAJA mengadakan sesi sharing di lantai 3 dan berdiskusi dengan bang Syukron yang memiliki rasa kepedulian terhadap anak-anak Timur Indonesia, empati dalam berbagi ilmu, pengalaman, yang kemudian memperkenalkan para mahasiswa dengan teman-teman lain yang mempunyai semangat yang sama. Beberapa diantaranya Damar dari 1000 Guru Tangerang Selatan yang bercerita tentang membangun kerelawanan mengajar ke berbagai daerah sambil traveling. Lalu ada Gerald Bastian dari KokBisa Channel, yang bercerita tentang bagaimana membangun KokBisa hingga menjadi channel edukasi di Youtube seperti sekarang. Ada pula Taufik yang sudah 2 tahun di Sorong menyusuri daerah-daerah pelosok dalam rangka menyelamatkan hutan adat.

Foto bersama TelusuRI dan HIMARAJA | Dok: Menara by KIBAR

Selain sharing yang penuh inspirasi, ada harapan pula untuk berkolaborasi dengan mengadakan temu rutin di Menara by KIBAR setiap bulan untuk berdiskusi dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh anak muda Papua. “Senang sekali melihat teman-teman sangat antusias dan aktif karena saya tahu ini adalah awal dalam membuka pikiran kami untuk BIKIN sesuatu,” tutur Husen yang sampai sekarang masih terngiang-ngiang dengan mural bertuliskan “BIKIN”, yang ada di setiap lantai Menara by KIBAR, yang jadi semacam pembakar semangat berinovasi bagi siapapun yang melihatnya.

 

Categories: Education Tourism