Arek-arek Suroboyo mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan ilmu tentang branding di Kumpul Kreavi Episode 35, yang bertemakan “Conceptual Creative City”, akhir pekan lalu (14/04). Acara yang diadakan di Koridor Coworking Space, Surabaya ini diawali dengan press conference mengenai Kreavi Challenge bertajuk Surabaya Grand Ocean Branding Challenge, yang berkolaborasi dengan PP Properti, salah satu market leader dalam industri properti di Indonesia. Kompetisi ini mengajak para pesertanya untuk merancang nama, logo, tagline dan turunan desain yang berkaitan dengan branding waterfront city di daerah Tambak Wedi, kaki Suramadu, Surabaya, Jawa Timur.

Para Peserta Kumpul Kreavi eps. 35 di Ruang Pameran Karya Branding Karya Kreator Surabaya | Dok: KORIDOR Coworking Space

Itu sebabnya, pada Kumpul Kreavi kali ini, Kreavi mengangkat tema “Conceptual Creative City” untuk memberikan pemahaman mengenai branding secara menyeluruh dan semua detail kecil yang penting diperhatikan dalam perencanaan branding secara kreatif, sekaligus mensosialisasikan Kreavi Challenge. Menghadirkan pembicara-pembicara dari berbagai latar belakang yang berbeda, seperti Anto Motulz (Creative Advisor, Kreavi), Charles Indomora (Direktur, PT. PP Properti Suramadu), Giovanni Gunawan (Arsitek, BgnrArchitects), Ardzuna Sinaga (Founding Partner, Urban+), dan Masagus Arman (CEO, Literoom Design), Kumpul Kreavi kali ini menampilkan sebuah diskusi yang hangat sekaligus padat akan informasi yang dinanti sekitar 170 peserta, yang terdiri dari mahasiswa DKV, illustrator, dan anak-anak muda Surabaya yang penasaran tentang apa dan bagaimana cara kerja branding.

Dari kiri ke kanan: Rudi Harsono (Direktur Utama,PT PP Properti Suramadu), Jefry, S.Sos (Kasubag Layanan Informasi Bagian Humas Pemkot Surabaya), Anto Motulz (Creative Advisor, Kreavi) dan Reza Otnam selaku MC (Announcer, M Radio) | Dok: KORIDOR Coworking Space

Sebenarnya apa sih, branding? Ternyata tidak sesimpel membuat visual logo saja, melainkan juga konsep nama, tagline, dan masih banyak hal lainnya. “Branding simpelnya adalah pencitraan, yang dibuat dari media visual. Branding sendiri adalah salah satu bagian untuk membangun diri maupun produk,” tutur Masagus Arman. Ada 4 hal yang saling berkaitan di balik strategi kreatif branding, yaitu produk, jasa, komunikasi, dan juga lingkungan. “Untuk branding kawasan, tidak bisa hanya mengandalkan usaha dari pihak yang melakukan branding, melainkan juga usaha bersama satu kota. Ada konektivitas berbagai aspek di dalamnya, termasuk lingkungan yang memperkuat,” ungkap Ardzuna Sinaga, yang berpendapat bahwa branding adalah awal dari pembangunan, bukan hanya aspek fisik tapi juga social culture.

Charles Indomora (Direktur, PP Properti) Memaparkan Presentasinya | Dok: KORIDOR Coworking Space
Peserta Kumpul Kreavi eps. 35 Tampak Memenuhi Ruangan “Paduraksa” KORIDOR Coworking Space | Dok: KORIDOR Coworking Space

Hal tersebut senada dengan Anto Motulz yang berpendapat bahwa untuk branding sebuah kota, dibutuhkan penanda yang memiliki pesan dan kekhasan, yang membentuk branding melalui social culture. “Penting juga untuk melihat apakah sebuah kota mampu menerima branding yang kita bentuk untuk dipasarkan,” ucap Giovanni Gunawan, yang melihatnya dari sisi masyarakat, tak hanya yang tinggal di dalamnya tapi juga yang nanti akan mengunjungi. “Jadi branding kota adalah sesuatu metode atau awal dari bagaimana kita bisa mencintai kota kita sendiri dan meningkatkan kebanggaan kita terhadap kota kita,” tutur Ardzuna Sinaga menyimpulkan.

Para Pembicara dari kiri ke kanan: Reza (MRadio) sebagai MC, Ardzuna Sinaga (Founding Partner, Urban+), Masagus Arman (CEO, Literoom Design), Giovanni Gunawan (Architect, BgnrArchitects) dan Anto Motulz (Creative Advisor, Kreavi) | Dok: KORIDOR Coworking Space

Setelah sesi diskusi yang mendapatkan tanggapan meriah dari para peserta yang hadir, Kumpul Kreavi pun mengadakan workshop mengenai branding, yang diikuti oleh 24 orang yang terpilih dari 140 orang pendaftar. Dalam workshop ini Kreavi secara spesial mengundang Sony Wanandi (Founder, Ace Studio) dan Maya Soetanto (Founder, Paperonette) dan tak lupa Anto Motulz yang merupakan Creative Advisor dari Kreavi sebagai pemateri. Di sini, pesertanya diberikan materi mengenai branding melalui metode studi kasus “Surabaya BerARTi”, yang teknisnya mengadopsi “design sprint” yang biasa dilakukan untuk para startup.

Sony Wanandi (Founder, Ace Studio) dan Maya Soetanto (Founder, Paperonette) Memberikan Materi Seputar Branding ke Peserta Terpilih | Dok: KORIDOR Coworking Space
Anto Motulz (Creative Advisor, Kreavi) dan Much. Hidayatullah (Community Officer, Kreavi) memaparkan materi tentang Branding | Dok: KORIDOR Coworking Space
Suasana Workshop Branding | Dok: KORIDOR Coworking Space

Nah, setelah mengikuti diskusi dan pelatihan tentang branding, sekarang sudah siap dong, untuk mengikuti Kreavi Challenge: Surabaya Grand Ocean Branding? Ditunggu partisipasinya ya! Kamu bisa melihat informasinya lebih lanjut di http://www.kreavi.com/challenge/surabayaoceanresort.

Foto Bersama Pembicara dan Peserta Kumpul Kreavi eps. 35 | Dok: KORIDOR Coworking Space
BACA JUGA:  Produk UKM Pahlawan Ekonomi Surabaya Naik Kelas
Categories: Creative