Minggu, 7 April lalu, Yansen Kamto, Chief Executive dari KIBAR diundang untuk memberikan presentasi mengenai startup digital dalam acara seminar bertajuk SIDE (Startup, Innovation, Digital, dan Entrepeneur) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PERMIT) di Beijing. Acara seminar ini disambut dengan meriah dan dihadiri oleh lebih dari 150 pelajar dan masyarakat Indonesia yang tinggal di kota Beijing dan memiliki latar belakang berbeda, seperti bidang teknik, komputer, sains, ekonomi, sosial, bahasa, dan bahkan kedokteran.

Seminar dibuka dengan video call dari Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, yang saat itu berada di Indonesia. Tak hanya memberikan motivasi, beliau juga menekankan pentingnya peranan pemuda dalam industri e-commerce di era digital saat ini. “Di era digital ini, e-commerce atau platform aplikasi  bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujar Rudiantara dalam sambutannya melalui video call.

Yansen Kamto mengajak mahasiswa Indonesia di Beijing untuk berkarya dan berkontribusi bagi Indonesia | Dok: Pribadi

Acara pun berlanjut ke agenda utama, yaitu seminar mengenai startup digital yang diisi oleh beberapa pembicara yang telah malang melintang di bidang digital, salah satunya Yansen Kamto, yang menginisiasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Melalui Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, Yansen Kamto mengungkapkan kepercayaannya terhadap perkembangan bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik dalam kualitas pengembangan startup melalui jejaring teknologi informatika. “Ada beberapa proses yang harus dilalui untuk mengembangkan suatu startup digital, diantaranya  Discovery, Nurture, Incubate, Accelerate, Grow, dan Expand,” tutur Yansen Kamto dalam penjelasan presentasinya hari itu.

Seperti yang juga diungkapkan oleh Rudiantara melalui kata sambutannya, Tiongkok dapat menjadi tempat yang tepat bagi para mahasiswa dan pekerja Indonesia di sana untuk belajar mengenai teknologi digital demi perkembangan startup digital di Indonesia pada masa yang akan datang.

Selain itu, menurut Yansen Kamto, yang terpenting dalam dunia startup digital ini adalah ide di setiap aspek masalah yang ada untuk melahirkan solusi melalui startup digital. “Meski latar belakang IT amat dibutuhkan, namun tanpa adanya ide dan wawasan mengenai masalah tertentu, pengembangan startup akan terhambat,” lanjutnya.

Setelah presentasi dan diskusi, acara pun dilanjutkan dengan sesi mentoring mengenai cara-cara memulai bisnis digital hingga strategi pengembangannya bersama beberapa inisiator muda bisnis startup, seperti Nicole Yap, yang merupakan Vice President Digitaraya.

Acara yang didukung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing dan diinisiasi PERMIT Beijing ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan semangat kepada pelajar Indonesia di negeri Tiongkok tentang pentingnya berkarya bagi negeri sejak dini terutama di bidang startup digital yang dipercaya mampu mempercepat perkembangan ekonomi di era digital berbasis teknologi dan informasi.

BACA JUGA:  Yansen Kamto: 1000 Start-ups by 2020
Categories: Tech & Startups