Jakarta – Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital kini mulai memasuki gelombang tahun ketiga setelah resmi digelar pertama kalinya pada Juli 2016 lalu. Dalam peresmian di Auditorium Anantakupa, Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu (24/3/2018), gerakan ini katanya akan memiliki konsep baru dalam pelaksanaannya.

“Banyak potensi di Indonesia, tapi kita jangan cuma jadi marketnya saja. Harus jadi pemainnya,” kata Lis Sutjiati, Staf Khusus Menteri Kominfo dalam keynote speech acara Ignition ini.

Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II

Kali ini, 1.000 startup akan lebih fokus dalam mematangkan konsep para peserta dengan mendatangkan para domain expert di bidang atau industri yang merupakan fokus dari prioritas pemerintah.

Bidang industri yang menjadi prioritas adalah agrikultur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, logistik, dan smart energy. Itu sebabnya, dalam Ignition kali ini dihadirkanlah para pembicara yang kompeten di bidangnya.

Misalnya, Vice President Marketing JNE Eri Palgunadi, Director of Market Development GE Indonesia Mulyandi Nasution, Program Manager Coordinator CISDI Egi Abdul Wahid, dan Itje Chodidjah dari Badan Standardisasi Nasional Pendidikan.

“Alur di dalam logistik itu panjang. Ini tugas untuk kalian dan juga kami untuk memendekkan alur ini. Minimal memberikan gagasan untuk (memberikan solusi agar bisa menyelesaikan) masalah ini,” kata Eri Palgunadi saat memberikan wejangan kepada para startup yang ikut gerakan ini.

Wejangan untuk para startup pun juga diberikan oleh para pembicara lainnya dalam acara pembukaan Ignition yang turut dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Dirjen Aplikasi Telematika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan dan Kepala Badan Riset SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Zulficar Mochtar.

BACA JUGA:  Mengibarkan Semangat Kreatif di Menara by KIBAR

“Kalau kalian mau bikin startup, pertama kali yang harus dilakukan adalah membentuk mindset atau pola pikir kalian terlebih dahulu,” pesan Director of Market Development GE Indonesia Mulyandi Nasution.

“Ada gap pengetahuan di tenaga kesehatan di Indonesia. Database banyak, tapi mereka tidak mempunyai akses. Apalagi bagi mereka yang berada di daerah,” kata Program Manager Coordinator CISDI Egi Abdul Wahid.

“Peningkatan kapasitas guru dan siswa tidak akan terjangkau secara luas jika tidak ada intervensi digital,” kata Itje Chodidjah dari Badan Standardisasi Nasional Pendidikan .

“Pelajari startup-startup yang terbentuk di sini sebelumnya, pelajari misi-misi mereka,” sambung Prasetyo Andy Wicaksono, founder Code for Indonesia di acara yang sama.

Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital ini sebelumnya merupakan inisiasi dari Kibar dan disambut oleh pemerintah, khususnya Kementerian Kominfo, untuk menjadi program nasional agar bisa mendukung perekonomian digital di Indonesia pada 2020 nanti.

“Jadikan Indonesia berdaulat. Jadikan Indonesia kuat karena diri kita sendiri,” kata Chief Executive Kibar Yansen Kamto saat memberikan pesan untuk program Ignition ini.

(rou/rou)

 

Originally posted on Detik.com

Categories: Tech & Startups