Sejak jaman dahulu, manusia telah memiliki ketertarikan terhadap angkasa dan ilmu astronomi. Bahkan ilmu perbintangan ini telah dimanfaatkan oleh manusia di berbagai belahan dunia untuk berbagai hal, seperti memprediksi banjir di Mesir atau pertanian dan navigasi laut di Indonesia.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, era eksplorasi antariksa oleh manusia dimulai. Dipelopori oleh Uni Soviet pada tahun 1957, manusia menciptakan satelit dan melakukan misi ke bulan. Dari tahun ke tahun, eksplorasi luar angkasa terus berkembang, pesawat antar planet hingga teleskop ruang angkasa pun terus diciptakan. Namun untuk apa sih, manusia mengembangkan teknologi-teknologi eksplorasi luar angkasa? Ada apakah di luar angkasa?

Segudang pertanyaan tersebut hendak dijawab oleh Exempli Scientia, komunitas science Universitas Brawijaya Malang, lewat ANTERO Science Discussion. ANTERO, ajang diskusi tentang science yang digerakkan oleh KokBisa ini, untuk pertama kalinya hadir di Malang, hari Minggu, 18 Maret lalu, setelah sebelumnya tiga kali diadakan di Jakarta dan sekali diadakan di Semarang. Bertempat di Banquet Room MIPA Universitas Brawijaya Malang, Minggu, diskusi yang mengangkat tema “Memangnya Kita Perlu ke Luar Angkasa?” ini menghadirkan narasumber yang mumpuni seperti Ahli Astronomi & Luar Angkasa Dr. Chatief Kunjaya, M. Sc. (Mentor Malang Astronomy Club) dan Ulwan Fakhri, standup comedian yang juga seorang Science Enthusiast, sehingga bisa ngobrolin ilmu pengetahuan dengan gaya ringan dan banyak ketawa!

Dr. Chatief Kunjaya, M. Sc. (Mentor Malang Astronomy Club) membagikan pengetahuan seputar luar angkasa ke peserta Antero Science Discussion Malang | Dok: KokBisa

Ternyata respon para penggemar sains sangat luar biasa sejak mulai dibukanya pendaftaran sampai hari H. Terhitung ada 62 peserta diskusi yang memadati ruangan dan tentunya aktif melontarkan pertanyaan dan ikutan diskusi. Ikutan penasaran kan kenapa kita perlu ke luar angkasa?

Drs. Arinto Y.P Wardoyo, M.Sc., Ph.D. (Dosen Instrumentasi, Universitas Brawijaya) turut meramaikan diskusi ini sebagai pembicara | Dok: KokBisa

Berbagai alasan menjadi motivasi manusia untuk melakukan eksplorasi antariksa. Mulai dari memenuhi rasa ingin tahu, mencari sumber daya alam yang lebih banyak untuk kebutuhan lebih banyak orang, antisipasi kemungkinan bencana besar yang mengancam kelangsungan umat manusia, sampai mencari makhluk lain dan tempat tinggal baru bagi manusia (prediksinya di tahun 2050, populasi manusia akan mendekati 10 miliar jiwa, lho!) Nah, kalau menurut Dr. Chatief Kunjaya, M. Sc., matahari dan bintang-bintang adalah calon dari sumber energi yang begitu besar.

Komunikasi jadi dua arah, karena peserta sangat dimungkinkan untuk menjawab rasa penasarannya ke pembicara | Dok: KokBisa

“Terlalu banyak yang belum kita ketahui tentang luar angkasa sana. Sumber daya alam di bumi sudah mulai menipis sedang di luar sana masih banyak yang belum digapai, bahkan ruang kosong saja dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya pendulang devisa seperti jalur geostationary orbit,” tutur Pak Kunjaya dalam ANTERO Science Discussion chapter Malang #1.

Foto Bersama peserta dan pembicara Antero Science Discussion Malang | Dok: KokBisa

Namun sebelum kita melangkah lebih jauh menjelajahi angkasa, tentunya terlebih dahulu harus mempelajari ilmunya, agar bisa mendapatkan ide dan motivasi. Buat komunitas-komunitas sains lainnya di berbagai kota di Indonesia, kamu juga bisa lho mengadakan ANTERO Science Discussion! Hubungi kami via Instagram @anteroid dan dapatkan informasi seru seputar diskusi di sana. Yuk #ThinkBeyond bersama KokBisa!

BACA JUGA:  NGOBROL PUBLIK Pesta Pendidikan: “Pendidikan di Era Digital” Revolusi Digital dan Tantangan Baru dalam Dunia Pendidikan
Categories: Education