Akselerator tekfin BNVLabs menggandeng tiga perusahaan rintisan yang bergerak pada bidang logistik dan agritech yaitu Triplogic, Karapan, dan Eragano. BNVLabs, akselerator bentukan Bukopin dan Kibar, kini tengah menginkubasi sepuluh perusahaan rintisan yang bergerak pada berbagai bidang.

Digital Product & Partnership Manager Bukopin Mohammad Irfan menyatakan memang awalnya BNVLabs didirikan sebagai pusat inkubasi perusahaan rintisan tekfin. Hanya saja, BNVLabs melihat terdapat empat bidang usaha rintisan yang potensial untuk berkembang di Indonesia yakni tekfin pembayaran, socialhealth techagriteh, dan logistik.

“Empat bisnis ini yang kita sasar, karena pasarnya sangat luas,” ujarnya di Jakarta, Selasa (30/1).

Irfan menyatakan meski demikian BNVLabs cukup selektif memilih startup yang masuk ke dalam program inkubator. Sebab tak serta merta seluruh perusahaan rintisan yang bergerak pada segmen bisnis itu memiliki prospek yang cerah.

“Itu mengapa kita tidak terlalu jor-joran bekerja sama dengan banyak startup, tapi kami memilih mana saja yang potensial dan bisnisnya dapat berkolaborasi dengan perbankan,” ujarnya.

Menurutnya, hanya segelintir perusahaan rintisan yang bergerak di bidang tekfin, agritech dan social health tech yang mempu bertumbuh besar. Meskipun banyak perusahaan rintisan yang mencoba peruntungan pada segmen itu, tak begitu banyak yang berpotensi tumbuh besar. Sementara itu perusahaan logistik umumnya masih didominasi perusahaan berbasis layanan offline.

Sebagai gambaran, Triplogic merupakan startup yang bergerak pada usaha jasa pengiriman logistik. Platform itu menghubungkan pengguna pengirim barang dengan traveler yang memiliki kapasitas bagasi sisa sesuai tujuan untuk pengiriman barang.

Karapan merupakan agritech yang bergerak pada solusi bisnis endto-end yang menghubungkan peternak langsung dengan peritel. Platform B2B itu bertujuan untuk memotong mata rantai distribusi peternakan sapi yang berlapis.

BACA JUGA:  Konsep Baru, Fokus Baru di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital 3rd Wave

Eragano adalah platform agritech yang berfokus pada bisnis penyediaan perlengkapan pertanian, penjualan hasil panen, manajemen pengelolaan sawah, dan penyaluran pinjaman kepada usaha tani.

Ketiganya kini terhubung dengan instrument pembayaran Wokee milik Bukopin yang dikembangkan Bukopin. Pengguna layanan pembayaran itu kini tercatat sudah mencapai 3.000 pengguna sejak pertama kali diluncurkan pada Desember 2017 lalu.

Layanan pembayaran itu sekaligus berfungsi sebagai akun digital berlisensi yang dapat menjangkau berbagai transaksi. Berbeda dengan dompet digital pada umumnya, Wokee tidak mengenal limit saldo. “Dan satu satunya digital wallet yang saat ini bisa lakukan pembayaran split bill,” ujar Direktur Bank Bukopin Tbk Adhi Brahmantya.

Originally posted on Bisnis.com

Categories: Tech & Startups