Jakarta – Kucuran dana investasi Rp 16 triliun yang diterima Go-Jek dari Temasek dan Google jadi kejutan besar di awal tahun. Tapi, dipastikan akan ada lebih banyak kejutan lain yang terjadi di industri digital Indonesia sepanjang 2018.

Berbicang dengan detikINET, Chief Executive KIBAR Yansen Kamto memberikan sejumlah prediksi yang akan terjadi di industri digital Tanah Air. Ada tujuh point yang menjadi sorotan pria yang identik senang bercelana pendek ini.

1. e-Commerce
Menurut Yansen, tahun ini e-Commerce akan menyisakan 2-3 pemain besar. Dia akan melihat akan terjadi konsolidasi di beberapa pemain e-Commerce di Tanah Air.

“Ada beberapa e-Commerce besar akan mengakusisi sejumlah toko online yang kondisinya tengah tidak oke,” ujarnya saat berbicang usai acara Creativepreneur Corner 2018 di Yogyakarta.

2. Financial Technology (Fintech)
Fintech akan semakin bergeliat, terutama digital payment. Jika tidak hal aneh terjadi, kita sudah bisa menebak siapa yang akan memimpin. Menariknya, mereka bukan dari kalangan banking.

Tapi mereka dan pemain digital payment lain harus wasapada, karena ada kolaborasi antara raksasa teknologi asal China dan salah satu perusahan besar di Indonesia menggarap digital payment. Memang saat ini belum meluncur, tapi jika sudah, mereka akan sangat agresif.

Terlepas dari itu semua, semua pemain akan dibuat dag dig dug oleh aturan yang dibuat regulator. Menurut Yansen, tahun ini akan banyak regulasi yang mengatur dan membatasi.

“Harus dicari sweet spot bagaimana menyeimbangkan inovasi dan regulasi. Kuncinya cuma satu, keberpihakan pada konsumen di Indonesia. Bukan keberpihakan pada pemilik modal besar,” tegas pria yang kerap didaulat sebagai Bapak Startup Indonesia ini.

BACA JUGA:  How Yansen Kamto plans to help Indonesia build 1,000 startups by 2020

3. Logistik
Sektor yang menurut Yansen akan meledak tahun ini. Setelah e-commerce dan fintech berkembang, selanjutnya logistik. Tahun lalu, sektor ini belum tergarap sepenuhnya, tapi diprediksi 2018 akan melaju kencang.

“Orang-orang sudah menyadari, mau e-Commerce atau e-Payment sebaik apapun, kalau kirim barang di Jawa saja ribet, apa lagi kirim ke Kalimantan atau Papua. Itu yang harus diberesin,” katanya.

Dia pun melihat akan terbuka peluang bagi perusahan ekspedisi lokal yang ada di daerah. Karena muncul startup yang akan meng-agregat mereka.

“Di daerah itu banyak lho ekspedisi lokal yang kecil-kecil, mereka bisa bergerak lebih cepat. Harga jauh lebih murah dan jangkauan lebih luas,” ungkap Yansen.

Pemain logistik akan makin menerapkan teknologi terkini. Mereka akan melengkapi diri dengan teknologi berbasis lokasi guna makin mengoptimalkan rute dan tracking. Namun tantangannya adalah transparansi pada akses.

“Ketika e-commerce makin maju, paymentnya makin stabil dan terpercaya, orang convert ke payment digital, logistik akan mentransform semuanya,” kata pria berkacamata itu.

4. Empat Sektor Baru
Jika point 1 hingga 3 berjalan mulus tahun ini, maka akan muncul empat sektor baru yang siap mengeliat, yakni pertanian, pendidikan, kesehatan dan pariwisata.

Penerapan digital di empat sektor akan memberi banyak manfaat. Misalnya saja petani, perekonomian dan kesejahteran mereka bakal lebih meningkat. Kendati begitu, khusus sektor pendidikan, kesehatan dan pariwisata tetap dibutuhkan penanganan online-offline.

“Meski saat ini sudah ada metode pembelajaran online, masih dibutuhkan physical space yaitu sekolah. Apa lagi kita itu bangsa yang komunal,” ujar Yansen.

5. Data Science
Tahun ini akan dimulai pengumpulan data dan mengolahnya untuk digunakan sebagai decision making. Ini tidak terlepas adanya super computing power di cloud yang membuat machine learning dimungkinkan. Tapi semua itu tergantung pada bisa tidaknya mendapat akses. Bila tidak, data tak akan pernah terkumpulkan.

BACA JUGA:  Mengibarkan Semangat Kreatif di Menara by KIBAR

Yansen melihat akan muncul banyak perusahaan atau startup yang terkait dengan analis data. Selain itu, profesi dan gelar ‘data scientist’ akan populer tahun ini. Kondisi ini menurut Yansen memberi peluang bagi Indonesia, sebab banyak orang kita yang jago matematika.

“Banyak jurusan statistik di banyak kampus, tinggal switch mindset saja ke digital menggunakan tools yang ada,” tutur Yansen.

6. Coworking Space

Setelah tahun lalu menjadi puncak pertumbuhan coworking space di Indonesia, sejumlah pemain besar dari global akan masuk. Imbasnya akan membuat 25% coworking space tewas. Kondisi ini akan membuat coworking space yang tersisa harus saling berkonsolidasi agar bisa tetap bertahan.

“Bayangin akan ada coworking punya 4 lantai yang luas dan 10 kali lebih keren dari Menara KIBAR, semuanya diberikan free,” kata Yansen.

7. Transformasi Digital

Yansen melihat banyak korporasi tradisional akan mulai bertransformasi ke digital. Ini akan diawali sejumlah perusahaan besar dan merambah ke semua BUMN. Kita bakal melihat banyak kolaborasi antara startup dengan corporate. Lambat laun, para corporate ini akan menjadi accelerator dan menyiapkan dana untuk venture capital.

“Awalnya diajak kerjasama, pada akhirnya perusahan ini akan mendanai startup tersebut,” tutup Yansen. (rns/rns)

Originally posted on Detik.com

Categories: Tech & Startups