Pesatnya kemajuan industri digital membuat kebutuhan tenaga ahli di sektor ini meningkat. Bahkan, banyak profesi tergeser dengan kehadiran teknologi.

Hal ini yang melandasi komunitas Code for Indonesia mengadakan program Android Kejar (paket belajar). Komunitas yang didirikan oleh Prasetyo Andy Wicaksono menginisiasi kursus singkat selama dua bulan untuk mendalami dunia digital, khususnya coding. Kelas dilaksanakan selama dua sampai empat bulan. Terdiri dari kelas online dan kelas offline sebanyak empat kali pertemuan.

“Siapa pun bisa ikut, jadi volunteer atau jadi peserta belajar,” kata Prasetyo, (25/8).

Ada tiga kelas yang digelar. Pertama, kelas beginner untuk pemula. Di kelas ini peserta tanpa latarbelakang pendidikan IT pun bisa ikut belajar. Kedua, kelas intermediate dan ketiga, kelas advance. Prasetyo mengklaim sudah ada 20.000 alumni program Android Kejar tahun lalu yang digelar di 10 kota. Tahun ini, Code for Indonesia pasang target 50.000 peserta sampai akhir tahun.

Program-program ini biasanya menggandeng sponsor seperti Google Indonesia dan fasilitator dari perusahaan digital kenamaan. Meski begitu, gerakan para alumni program ini di daerah cukup aktif. Prasetyo bilang tak jarang para alumni mengadakan kelas pelatihan gratis bagi komunitas lokal. Tak heran kalau pesertanya sampai puluhan ribu.

“Sistemnya volunteering, jadi fasilitator tidak dibayar karena semangatnya ingin mengubah image bahwa digital itu sekarang bukan di Jakarta saja, tapi di daerah juga,” kata dia.

Hasilnya, beberapa alumni ada yang sukses terserap di bursa kerja digital dan bekerja di salah satu e-commerce kenamaan. Sisanya, membangun perusahaan rintisan, beberapa di antaranya menjadi developer dan berhasil menjual produk digital di Playstore atau AppStore.

BACA JUGA:  Sisi Lain Dampak Teknologi, Anak Muda Harus Melek

Dua bulan belakangan, Code for Indonesia juga mendirikan entitas bisnis agar bisa mempertemukan antara talenta digital dengan perusahaan. Bukan hanya itu, ke depan Code for Indonesia akan memfasilitasi alumni yang ingin mendirikan start-up.

“Ke depan kami juga memberikan inkubasi bagi alumni yang mau dirikan start-up, karena problemnya bukan hanya soal funding tapi mentoring yang baik,” kata Prasetyo yang juga mantan Kepala Teknologi Jakarta Smart City ini.

Selain kelas Android Kejar, Code for Indonesia juga punya program khusus untuk perempuan. Program bernama Woman Tech Maker itu ingin mengajak lebih banyak perempuan untuk berkarir di industri digital.

“Karena ada beberapa aplikasi untuk perempuan masih di-develop oleh laki-laki, banyak kebutuhan dan masalah perempuan yang solusinya juga digital,” ujar dia.

Tertarik bergabung?

Originally Posted on Kontan.

Categories: Tech & Startups