Sejumlah anak muda beraktivitas dan berdiskusi di working space Koridor di jembatan penyeberangan Siola, Surabaya, Jumat (22/9/2017).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, co working space di Koridor gratis. Bagi yang mau memanfaatkan bisa langsung datang ke sana. Pada November 2017, Risma mendatangkan mentor dari Silicon Valley, Google. Mentor itu nanti membimbing anak-anak muda Surabaya untuk mengembangkan start up digital.

“Tinggal datang saja, gratis. Semua bisa manfaatkan fasilitas di sana. Ada juga komputer. Memang aku nggak mau laptop supaya lebih praktis dan tidak perlu ada yang menjaga,” kata Risma, Minggu (24/9/2017).

Risma menyebut, di koridor itu nantinya ada terbagi menjadi tujuh Koridor. Saat ini yang sudah rampung dan bisa digunakan baru tiga Koridor.

“Mulai Koridor empat sampai tujuh itu ada akses khusus. Kalau satu sampai tiga bebas, asalkan yang masuk ke sana itu ada sistem rekomendasi,” katanya.

Sistem rekomendasi yang dimaskud Risma, yaitu bisa didapatkan dari temannya yang sebelumnya masuk lebih dulu. Dengan begitu, orang yang masuk ke koridor juga tidak sembarangan, sebab menyangkut ide dan kreativitas. Ia mengkhawatirkan bila sembarang orang masuk, maka ada yang mencuri data dan ide saja.

“Karena yang di level empat sampai tujuh itu dia yang sudah punya produk, yang sudah punya hak cipta paten, sehingga aman,” kata Risma.

Di co working space, anak-anak muda akan belajar aplikasi digital, belajar membuat film, desain mebel, dan musik. Kreativitas di sana tidak dibatasi. Kerajinan atau seni kerajinan tangan juga bisa masuk di Koridor.

Originally posted on Surya.

BACA JUGA:  Malas Antre ke Bengkel, Pesan Antrean Melalui Olride Aja, Tak Ribet dan Tak Menyesal