Perkembangan dunia startup di Indonesia lagi menarik banget buat diikuti. Banyak anak muda terjun di dunia startup karena startup erat hubungannya dengan penggunaan teknologi seperti website dan mobile application. Namun menciptakan sebuah startup ternyata enggak gampang. Salah satu yang harus jadi pertimbangan adalah ide bisnis. Banyak startup yang enggak running well, karena ide bisnis mereka muluk – muluk dan enggak valid dengan kebutuhan market sehingga website ataupun mobile application mereka enggak banyak yang akses, jadi enggak kunjung dilirik investor juga. Nah, yang perlu digarisbawahi kalau kamu pengen menciptakan startup adalah ide bisnis kamu harus dimulai dari permasalahan yang ada di sekitar kamu. Jadikan startup kamu adalah solusi bagi orang banyak. Contoh yang udah jalan misalnya GOJEK.

Kembali ke Semarang, ada Bayu Mahendra Saubig, Muhammad Fuad Hasbi, Triasworo, Faozi dan Ade Rizky adalah contoh anak muda yang nekat terjun di dunia startup dengan ide sederhana tapi super berguna! Dengan mengikuti program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, mereka menciptakan startup yang diberi nama Tumbas.in. Tumbas.in diambil dari bahasa Jawa, di mana nama Tumbas memiliki arti membeli. Tumbas.in adalah aplikasi layanan beli dan antar barang yang dijual di pasar tradisional. Tujuan menciptakan Tumbas.in adalah mereka ingin memberi kemudahan bagi kita yang gemar berbelaja di pasar tradisional tapi enggak punya banyak waktu. Dengan menggunakan aplikasi Tumbas.in, kita seperti punya personal shopper yang siap belanjain sayur mayur dan buah-buahan segar!

Ide bisnis tentang Tumbas.in muncul ketika mereka menemukan data tentang jumlah pembeli di pasar tradisional yang terus menurun dikarenakan kesibukan sehari – hari, kemudian mengalah dengan memilih berbelanja di supermarket yang harganya cenderung lebih mahal dan pastinya enggak bisa ditawar. Adanya kemajuan teknologi, menginspirasi mereka untuk menciptakan inovasi yang bisa menghubungkan pedagang tradisional dengan pembeli sehingga perekonomian pedagang dapat kembali meningkat dan pembeli juga bisa lebih berhemat.

BACA JUGA:  Hati-hati, hal sepele ini bikin bisnis startup jadi gagal!

Gimana ? Udah mulai kepikiran untuk mengikuti jejak Bayu Mahendra dan kawan – kawan ?

Originally posted on Qubicle.id.

Categories: Tech & Startups