KI-KA: DIREKTUR BUSINESS DEVELOPMENT & IT BANK BUKOPIN ADHI BRAHMANTYA, CCO CITILINK ANDY ADRIAN FEBRYANTO, COO JNE AGUSNUR WIDODO, CCO ACOMMERCE INDONESIA DONNY WARDHANA, DAN RATNA ARIYANTI SEBAGAI MODERATOR. | MICHAEL/RECAP

Lab Kinetic kembali menyelenggarakan Fintech Connect yang kedua dengan tema “Rise of e-Logistic” pada tanggal 11 Agustus 2017 kemarin. Dalam kesempatan kali ini, diskusi menggarisbawahi betapa pentingnya peran logistik dalam mengiringi pertumbuhan ekosistem fintech dan ekonomi digital di Indonesia.

Acara dibuka oleh Potion Master Lab Kinetic, Wicak Hidayat. Menurutnya, serupa dengan perbankan, industri logistik juga mengalami disrupsi yang mengganggu kenyaman bisnis dari para pemain konvensional. Para pemain logistik dunia mengantisipasinya dengan membangun disrupsi dan inovasi dari dalam, dan pasar Indonesia mungkin akan terkena imbasnya. Sebut saja Amazon dan Alibaba.

“Kita punya banyak pulau, artinya banyak rintangan, dan juga artinya memiliki banyak peluang. Harapan saya, menyadari bahwa logistik itu tidak hanya terbatas pada pengiriman paket-paketan saja. Indonesia punya potensi menjadi pemain global di logistik,” kata Wicak.

POTION MASTER LAB KINETIC WICAK HIDAYAT, MEMBERIKAN SAMBUTAN. | MICHAEL/RECAP

Setelah sambutan dari Wicak, Fintech Connect memasuki sesi diskusi tunggal yang menghadirkan pembicara seperti COO JNE Agusnur Widodo, Direktur Business Development & IT Bank Bukopin Adhi Brahmantya, CCO Citilink Andy Adrian Febryanto, dan CCO aCommerce Indonesia Donny Wardhana.

“Kami berharap sebenarnya dari teman-teman hadirin developer, untuk berpikir lebih maju, bukan hanya menggunakan handphone, difoto, kemudian tanda tangan. Tetapi lebih pada membuat aplikasi yang lebih personal. Setiap pemain atau pengguna e-commerce, semua bisa melakukan satu hal di satu aplikasi,” papar Agusnus yang mengakui terlalu konvensionalnya proses pemindaian logistik dan distribusinya.

Tidak hanya JNE, aCommerce selaku e-commerce enabler untuk wilayah Asia Tenggara pun terus ingin berinovasi. Dalam paparan Donny, teknologi memang signifikan dalam disrupsi logistik. Tetapi teknologi cuma benda mati yang hanya sebagai tools saja.

BACA JUGA:  Techsauce Global Summit Roadshow Indonesia 2018: 10 Startup Terpilih Bersaing demi Mewakili Indonesia di Bangkok

“Buat kami yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mendeteksi, tidak hanya barang, tetapi juga human behavior-nya. […] Kita juga harus melihat rotation vs volume, mana yang lebih optimum. Dengan jalur yang biasa, rotate-nya akan seperti apa?” demikian kata Donny.

Acara dilanjutkan dengan sesi Provocation Session. Provocation Session merupakan sesi tanya jawab dari panel diskusi sebelumnya, di mana sesi ini membuka dialog antara para panelis, maupun para narasumber yang merupakan perwakilan dari bidang logistik, pelaku teknologi finansial, developer, dan juga para startup founder selama 15 menit.

Setelahnya Fintech Connect ditutup dan diakhiri dengan berjejaring antar sesama hadirin yang datang.

Originally posted on Recap.id.

Categories: Tech & Startups