Kampus London School of Public Relations menggandeng kemitraan dengan Kibar meresmikan program inkubator startup baru, Senin (26/9), yang diberi nama Trailblazers di kampus LSPR Jakarta.

Program ini merupakan yang kedua bagi Kibar setelah merancang program serupa di kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, yang bernama Innovation Academy.

LSPR, yang lebih dikenal sebagai kampus khusus hubungan masyarakat (PR) dan pemasaran (marketing), justru menjadi alasan Kibar memilih mereka sebagai ruang inkubasi baru untuk para pendiri bisnis digital.

“Anak-anak IT bisa bikin teknologi baru tapi mereka sering tak bisa menjualnya. Sedangkan ini LSPR, mereka bisa jual,” ucap Yansen Kamto, CEO Kibar saat peluncuran Trailblazers.

Menurut Yansen, Kibar berusaha menciptakan tren baru di mana tech-startup tak melulu diciptakan oleh figur berlatar belakang teknologi informasi (IT).

Yansen juga menemukan lingkungan LSPR memberikan dimensi baru, karena ia mengungkapkan jumlah pendaftar program Trailblazers didominasi 90 persen perempuan. Ekosistem startup ini diharapkannya lebih beragam dengan solusi yang dilahirkan oleh perempuan.

Latar belakang non-IT dalam mendirikan bisnis digital juga jadi perhatian Vice President Gojek, Alamanda Shantika. Menurutnya, latar belakang pendidikan seharusnya tak membatasi karya startup yang bisa dibuat.

Ia mencontohkan Nadiem Makarim sang pendiri Gojek yang memiliki latar belakang hubungan internasional dan bisnis, yang pada akhirnya punya kemampuan membaca kebutuhan pasar, dan mampu merekrut talenta untuk mewujudkan ide-ide besar.

“Nadiem itu bukan programmer. Ia sekolah di Harvard kan belajar bisnis,” kata Alamanda.Turut dihadiri beberapa pendiri startup lain, peluncuran Trailblazers diharapkan memunculkan inovasi baru yang memberi solusi di Indonesia. LSPR sendiri menjadi kampus ketiga yang telah bekerja sama dengan Kibar setelah UGM dan Institut Teknologi Bandung dalam mengembangkan ekosistem bisnis digital.

BACA JUGA:  Merawat lingkungan secara digital melalui Lindungi Hutan

Saat ini Kibar dalam perjalanan menjalankan program 1000 Startup Digital Indonesia. Program tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yang ingin menjadikan negara ini sebagai pusat perkembangan teknologi Asia Tenggara.

 

Originally posted on CNN Indonesia

Categories: Tech & Startups